Suara.com - Menteri Devoulsi Kenya, Eugene Wamalwa mengungkapkan statistik mengejtukan bahwa korban meninggal akibat banjir di negaranya lebih banyak dari korban infeksi Covid-19.
Dilansir dari Standard Media, Kenya telah mencatatkan 116 kematian akibat luapan banjir tahun ini, di mana 100 ribu orang harus mengungsi.
Dibanding Covid-19, korban meninggal karena banjir tahun ini jauh lebih banyak. Sejak mencatatkan kasus positif virus Corona pertama pada 13 Maret, Kenya pandemi itu 'baru' merenggut 24 nyawa.
Berbanding terbalik dengan musibah banjir. Dalam rentang tiga tahun terakhir, ada setidaknya 400 nyawa warga kenya yang terenggut banjir.
Dari banyaknya laporan soal musibah banjir, negara dengan ibukota Narobi itu memang terlihat lekat dengan musibah luapan air dan tanah longsor.
Standard Media juga melaporkan bahwa pada 2019, 120 warga Kenya tewas akibat banjir yang disebabkan hujan deras. 72 diantaranya meninggal karena tanah longsor.
Sementara mundur satu tahun ke belakang, Masyarakat Palang Merah Kenya mencatatkan statistik yang tak kalah miris.
Lebih dari 200 jiwa kehilangan nyawa karena banjir dan lebih dari 300 ribu orang harus kehilangan rumah akibat musibah tersebut.
Kendati tahun 2020 baru berjalan lima bulan, Kenya disebut tengah dilanda salah satu bencana banjir terburuk.
Baca Juga: 4.472 Warga DKI Positif Corona, Lansia Tembus 1.944, Balita 40 Orang
Tercatat, lebih dari 22 kabupaten terdampak luapan air, di mana Kisumu, Samburu, Turkana, dan Sungai Tana termasuk yang paling parah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah