Suara.com - Akun Facebook Putra Inka atau @dennissikobo.taww membagikan unggahan dengan opini yang menyudutkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Postingan akun Facebook Putra Inka diunggah pada Senin (4/5/2020). Berikut ini narasinya.
"Capres Yg Di Persiapkan Mengganti Raja Kodok,konon Sejak 2014 Tidak Pernah Ambil Gajinya Tiba” Berita Pahlawan Kesiangan Itu Di Munculkan Di Medsos,Papa Minta Sahampun Hanya Tertawa itu Rp.500m Ektp Kemana ???Gimana Ngak Santai Nikmati 500m Sambil Nonton Bokep Sekalipun Sedang Berpuasa Dosanya Dimana Kalau Sy Nonton ??"
Dalam unggahan itu akun Facebook Putra Inka menunjukkan tangkapan layar artikel dari situs acehjournalpasific.com.
Tertera judul artikelnya “Ganjar Pranowo Kata Siapa Nonton Video Porno Bisa Membatalkan Orang Yang Sedang Berpuasa”.
Benarkah Ganjar Pranowo berkata menonton video porno tidak membatalkan orang yang berpuasa?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Rabu (6/5/2020), unggahan akun Facebook Putra Inka adalah salah atau keliru.
Judul asli dari tampilan layar acehjournalpasific.com adalah "Ganjar Pranowo Berikan Hadiah Laptop Ke Siswa Yang Menonton Video Porno." Artikel tersebut ditayangkan pada Selasa, 3 Desember 2019.
Baca Juga: Terdampar di Korsel, 14 ABK Asal Indonesia Akan Dipulangkan 8 Mei
Dalam artikel ini tidak ada pernyataan dari Gubernur Ganjar yang menyatakan bahwa "Ganjar Pranowo Kata Siapa Nonton Video Porno Bisa Membatalkan Orang Yang Sedang Berpuasa."
Besar kemungkinan, tampilan layar dari acehjournalpasific.com yang diunggah akun Facebook Putra Inka atau @dennissikobo.taww adalah hasil suntingan.
Sebenarnya, tulisan tersebut menjelaskan alasan Ganjar memberikan laptop kepada siswa yang mengaku menonton film porno ketika ditanya dirinya. Ganjar merasa siswa itu berani jujur mengakui kesalahannya.
Pernyataan Ganjar ini dapat dilihat pada video podcast di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier berjudul “Ganjar Pranowo Nonton Video P0rn0 Tanpa Marah Marah” yang ditayangkan pada Selasa, 3 Desember 2019.
Pernyataan Ganjar soal pemberian hadiah laptop kepada siswa yang mengaku pernah menonton video porno terdapat pada menit ke 47:25 hingga menit ke 48:52. Berikut ini pernyataan lengkapnya:
“Mas, saya punya program namanya Gubernur Mengajar, masuk anak-anak SMA, ya muda kayak anak-anak ini gitu. Masih muda, SMA. Pertanyaan saya itu enggak enak banget. Ya, jangan radikal ya, Pancasilais ya, jangan narkoba ya, jangan porno ya. Kan ini anak-anak. Wajib dong. Tapi kita boleh jujur enggak di ruang kelas ini? Bapak-ibu kepala sekolah jangan ada yang melotot dan marah, Anda diam semua. Siapa yang pernah nonton gambar porno ngacung, video porno? Enggak ada, diam semua. Kalian sedang jujur atau bohong? Saya, Pak. Satu. Sini kamu. Kenapa kamu? Ya, anu Pak, eksplore aja Pak, pengin, sesuatu. Ya, tapi itu kalau kamu tidak ada guru, tidak ada guide-nya, itu pendidikan seks yang keliru. You know? Iya, Pak. Kamu saya kasih laptop. Karena apa? Anak ini, satu, berani. Dia punya potensi leadership. Dua, dia jujur. Mas, mengakui sebuah kesalahan itu bagian dari sportivitas. Ksatria dia. Dan itu orang sering nutupi. Gubernur, oh, saya rajin belajar. Saya baik budi dan tidak sombong, jagoan, lagi pula pintar. Ya, si boy itu. Enggak ada kesempurnaan itu.”
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Beredar Foto Disebut Jenazah Didi Kempot Tak Dikafani, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Benarkah 2.800 Narapidana di Bogor akan Dilepaskan Pada 6-7 Mei?
-
CEK FAKTA Covid-19: Benarkah Jaringan 5G Melemahkan Imunitas Tubuh?
-
CEK FAKTA: Vaksin Virus Corona untuk Anjing Bukti Konspirasi Covid-19
-
CEK FAKTA: Benarkah 67 Karyawan Indogrosir Jogja Positif Covid-19?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan