Suara.com - CEK FAKTA: Vaksin Virus Corona untuk Anjing Bukti Konspirasi Covid-19
Ramai di media sosial tentang klaim konspirasi global terkait vaksin virus Corona Covid-19. Salah satu yang populer adalah unggahan yang menyebut vaksin virus Corona sudah ditemukan sejak 2001.
Foto yang diunggah memperlihatkan botol vaksin virus Corona untuk anjing, dengan label Canine Coronavirus Vaccine. Unggahan di Facebook ini dibagikan lebih dari 31 ribu kali.
"Ini dibuat tahun 2001 dan tanya kenapa 19 tahun kemudian mereka menyebut tidak ada vaksin (virus Corona -red) bagikan sebelum diturunkan," tulis pesan tersebut, dikutip dari laman Snopes.com, Selasa (5/5/2020)
Unggahan serupa juga ramai ditemukan di media sosial. Rata-rata mengatakan konspirasi global membuat vaksin yang sudah ada tidak digunakan dan akal-akalan industri obat untuk meraup kekayaan.
"Vaksin untuk anjing sudah ada namun manusia belum? Orang-orang, sadarlah!" tulis unggahan lainnya.
Penelusuran Suara.com
Berdasarkan situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini, Selasa (5/5/2020) belum ditemukan vaksin virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.
Sejumlah penelitian memang sudah dilakukan, antara lain di Inggris, China, dan Amerika Serikat, namun belum ada satupun yang digunakan karena masih dalam tahap uji klinis.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bisa Jadi Baru Ditemukan pada 2036?
Terkait foto yang beredar, laman Merck Animal Health menyebut foto tersebut adalah vaksin Nobivac Canine 1-Cv. Benar vaksin digunakan untuk mengatasi virus Corona, tetapi hanya diperuntukkan bagi anjing.
"Vaksin diperuntukkan bagi anjing sehat dan membantu mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona anjing," tulisnya.
Laman CDC menyebut virus Corona atau coronavirus adalah sekelompok virus yang biasanya menyebabkan masalah pernapasan. Hingga saat ini, ada ratusan jenis virus Corona, dengan MERS, SARS, dan Covid-19 yang paling terkenal.
Infeksi virus Corona diketahui tidak selalu parah, dengan gejala umum adalah batuk, sesak napas, dan nyeri dada.
Tidak hanya manusia, virus Corona juga bisa menginfeksi hewan mulai dari anjing, kucing, sapi, babi, hingga kelelawar. Tentu saja pengobatan untuk tiap jenis penyakit berbeda-beda dan tidak sama.
Itulah mengapa, CDC menyebut belum ada obat dan vaksin untuk SARS-CoV-2 ini karena merupakan virus Corona baru yang disebut berasal dari Wuhan, China.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan