Suara.com - Jepang akan menyumbangan dana sekitar 15,3 juta dolar AS atau setara dengan Rp 230 miliar bagi masyarakat terdampak kekeringan dan banjir di Zimbabwe.
Bantuan dana akan disalurkan melalui Program Pangan Dunia (WFP), Danan Anak PBB (UNICEF), dan Organisasi untuk Migrasi (IOM), berdasarkan laporan Zimbabwe Herald.
Melansir dari Anadolu Agency, bantuan tersebut akan dialokasikan untuk membeli bahan pangan dan mendistribusikan sekitar 26 ribu ton jagung bagi 512 ribu rumah tangga di daerah pedesaan Zimbabwe, selama enam bulan.
"Kami berharap bantuan ini dapat segera mendukung kebutuhan pangan banyak rumah tangga paling rentan di Zimbabwe," ujar Toshiyuki Iwado, duta besar Jepang untuk Zimbabwe.
Selama masa krisis, sambung Iwado, perempuan dan anak-anak di daerah pedesaan lah yang paling rentan. Padahal keduanya memiliki peran penting untuk masa depan negara.
"Bantuan ini akan membantu perempuan dan anak-anak terdampak sehingga mereka miliki nutrisi, kesehatan, air, dan sanitasi yang mereka butuhkan selama masa kritis ini," tambahnya.
Pemerintah Zimbabwe pada 2019, menyatakan kekeringan sebagai bencana nasional dan meminta bantuan dari komunitas internasional.
Berdasarkan laporan Oxfam November 2019, lebuh dari 52 juta orang di 18 negara Afrika, termasuk Zimbabwe, menghadapi krisis kelaparan akibat cuaca ekstrem, kemiskinan, dan konflik bersenjata.
Disebutkan, Zimbabwe selatan memiliki curah hujan terendah sejak 1981 yang memicu lebih dari 5,5 juta orang mengalami krisis pangan ekstrem.
Baca Juga: Diduga Corona, Bule Australia Ditemukan Meninggal dalam Kamar Hotel Bali
Zimbabwe dulunya merupakan penghasil roti bagi Afrika Selatan. Namun sejak dua dekade terakhir, pertanian mengalami kesulitan panen dan pemadaman listrik merajalela.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru