Suara.com - BPJS Kesehatan Cabang Makassar menjadi salah kantor layanan publik yang tetap buka, meski adanya pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar, Kamis (30/4/2020).
Meski tetap buka, untuk meminimalisir kontak langsung dengan masyarakat, pelayanan dilakukan sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19 yang telah ditentukan oleh pemerintah, seperti wajib meggunakan masker, mencuci tangan di tempat yang telah disediakan serta tetap menjaga jarak.
Menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Makassar, Ridjal Mursalim, pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar tetap buka seperti biasanya.
Hanya saja, ada sejumlah pelayanan yang dilakukan secara terbatas tetapi dapat dialihkan dengan mudah melalui kanal alternatif lainnya yang dapat diakses di mana saja, termasuk dari rumah.
“Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500400, Chat Assistant JKN (Chika) dan Voice Interactive JKN (Vika) merupakan beberapa kanal alternatif yang dapat dimanfaatkan melalui teknologi dalam mengakses pelayanan administrasi yang biasanya dapat dilakukan di kantor cabang dan kantor kabupaten/kota. Jadi kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peserta untuk dapat memanfaatkan kanal-kanal tersebut,” jelas Ridjal, Makassar, Selasa (5/5/2020).
Adapun pelayanan administrasi yang masih dapat dilakukan melalui kantor cabang dan kantor kabupaten/kota antara lain, pendaftaran peserta baru Pekerja Penerima Upah (PPU) khusus pegawai negeri, perubahan data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) peserta PBI, pendaftaran bayi baru lahir peserta PBI, dan pengaduan peserta.
"Sedangkan untuk segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), serta penggantian kartu hilang, dapat dialihkan melalui aplikasi Mobile JKN," tambahnya.
Untuk penambahan anggota keluarga PBPU dan BP, serta perubahan identitas peserta non Penerima Bantuan Iuran (PBI) dapat dialihkan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, sedangkan untuk perubahan FKTP non peserta PBI, serta perubahan kelas rawat peserta PBPU dan BP, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN maupun BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.
Sementara itu, Thamrin, salah satu peserta JKN-KIS yang datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Makassar, mengungkapkan, awalnya ia khawatir kantor BPJS Kesehatan tutup karena PSBB.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Tangerang Bekali Perlindungan Diri Bagi Petugas
"Setidaknya meskipun pelayanan terbatas, tapi alhamdulillah saya masih tetap mendapatkan informasi yang saya butuhkan. Pelayanannya masih sangat baik, apalagi tadi ada security yang membantu saya mengunduh tata cara penggunaan aplikasi Mobile JKN," ungkap Thamrin.
Berita Terkait
-
BPJS Kesehatan Tangerang Bekali Perlindungan Diri Bagi Petugas
-
Krisdayanti Unggah Foto Iuran BPJS Turun, Warganet: Terima Kasih Mimi
-
Atasi PSBB, Pasien Klinik Mitra Sehati Bisa Konsultasi Online
-
Menu Konsultasi Dokter dari BPJS Kesehatan, Pasien Bisa Konsultasi Online
-
Iuran BPJS Kesehatan Turun per Hari Ini, Coba Cek
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis