Suara.com - Sekelompok remaja di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan melakukan aksi prank kepada pihak rumah sakit.
Remaja perempuan, salah satu di antara mereka pura-pura kejang-kejang hingga sesak napas. Ia mengaku terkena virus corona atau Covid-19.
Lebih mirisnya, kelompok remaja ini sempat pesta minuman keras sebelum melakukan aksi prank tersebut.
Namun belakangan, mereka memberikan permintaan maaf melalui video yang viral di media sosial. Seperti diunggah akun Instagram @lambe_turah, Selasa (12/5/2020).
Akun Instagram itu juga menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
"Habis pesta miras bareng teman-teman kejang-kejang. Di anter ke RS Hapsah dengan keluhan sesak dan kejang kejang," tulis @lambe_turah.
Teman-teman yang mengantar mengatakan kepada pihak rumah sakit bahwa remaja itu terkena corona. Mereka beralasan karena habis kontak dengan kakeknya yang positif Covid-19.
Perempuan itu lalu dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 yaitu RSUD Tenriawaru Bone. Petugas yang lantas memeriksanya dengan protol Covid-19 dan perlengkapan APD lengkap.
"Petugas yang menangani mencium bau miras dan melihat pura-pura pingsan. Petugas memanggil teman yang nganter untuk dibawa pulang," tulis @lambe_turah.
Baca Juga: Puluhan ABK WNI Positif Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet
Perempuan itu lalu dipapah ketiga temannya. Saat sampai di mobil mereka justru berteriak "Prank!".
Minta Maaf
Remaja yang pura-pura kena Covid-19 ini lantas memohon permintaan maaf atas aksi prank yang dilakukannya kepada pihak rumah sakit.
Dalam video permintaan maafnya, wanita yang berinisial A ini mengaku dirinya sedang sakit asma saat kejadian.
Ia berkata, "Saya memohon maaf kepada seluruh warga negara Indonesia dan masyarakat Bone khususnya perawat rumah sakit Tenriawaru atas kejadian yang kurang menyenangkan kemarin pada tanggal 8 Mei 2020."
"Lillahi ta'ala pada saat itu saya sedang sakit asma dan sedang mengkonsumsi minuman beralkohol. Jadi teman-teman saya membawa saya ke rumah sakit umum dengan keadaan panik," ujar A.
Tag
Berita Terkait
-
Eks Kapolda Bengkulu Kena Corona usai Sertijab, Mabes Polri Akui Belum Tahu
-
Buka Bersama Keluarga Besar, 16 Orang di Bahrain Terinfeksi Corona
-
Mengenal 7 Klaster Penyebaran Corona Covid-19 di Indonesia
-
Blak-blakan Ferdian Paleka Soal Prank-nya; Ramadan, Waria Nggak Boleh Kerja
-
Saat Polisi Prank Balik Ferdian Paleka
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan