Suara.com - Polisi telah menangkap sejumlah pelaku yang memperjualbelikan surat keterangan sehat atau bebas Covid-19 secara online. Salah satu pelaku tersebut berhasil ditangkap jajaran Polda Bali.
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengemukakan, pelaku itu ditangkap oleh jajaran Polda Bali pada Kamis (14/5/2020) kemarin.
"Ada yang beredar terkait dengan jual beli online. Saya sudah sampaikan ke Kabareskrim. Kemarin terjadinya di Bali, dan sudah ditangani Kapolda Bali, dan pelakunya sudah ditangkap," kata Gatot kepada wartawan, Jumat (15/5/2020).
Kendati begitu, Gatot tidak merinci berapa jumlah pelaku yang diamankan. Di sisi lain dia juga tidak menjelaskan ihwal kronologi penangkapan para pelaku tersebut.
Gatot hanya memastikan bahwa Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo telah memberikan instruksi kepada jajarannya untuk mengantisipasi agar praktik jual-beli surat keterangan sehat atau bebas Covid-19 tidak terjadi lagi.
"Kabareskrim sudah sampaikan ke jajarannya untuk antisipasi agar ini tidak terjadi kedepan," ujar Gatot.
Sebelumnya sebuah akun di toko online diduga memperjualbelikan surat keterangan sehat atau bebas Covid-19. Surat keterangan sehat Covid-19 itu berkop surat Rumah Sakit Mitra Keluarga.
Dalam keterangannya, surat sehat Covid-19 dijual dengan harga Rp 70.000. Selain itu, tertera pula laman www.suratdokterindonesiaaa.blogspot.com yang dicantumkan di atas tangkapan layar surat sehat Covid-19 tersebut.
Baca Juga: Surat Bebas Covid-19 Marak Dijual, Ini Reaksi Bukalapak dan Tokopedia
Berita Terkait
-
Surat Bebas Covid-19 Marak Dijual, Ini Reaksi Bukalapak dan Tokopedia
-
Viral Jual Beli Surat Dokter Bebas Covid-19, Bareskrim Polri Turun Tangan
-
RS Mitra Keluarga Bantah Jual Surat Sehat Bebas Covid yang Viral
-
Marak Jualan Surat Bebas Covid-19 di Internet, Pembeli Harus Lewat WA
-
Viral di Media Sosial, Surat Sehat Bebas Covid Dijual Seharga Rp 70 Ribu!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
-
IHSG Anjlok 7 Persen Usai MSCI Soroti Transparansi dan Likuiditas Saham RI, BEI Buka Suara
Terkini
-
Pelantikan Februari, Satu Nama Kuat Calon Wamenkeu Sudah 'Sowan' ke Purbaya
-
Pesan Tegas Komisi III DPR: Keadilan di Atas Kepastian Hukum, Kasus Hogi Minaya Wajib Dihentikan
-
Sudah Temui Sudrajat Pedagang Es Jadul, Komandan Kodim: Masalah Selesai Secara Kekeluargaan
-
Akui Salah Terapkan Pasal di Kasus Hogi Hinaya, Kapolresta Sleman Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia
-
Buruh Jakarta Masih Ngotot Tolak Gaji Rp5,7 Juta, Pramono Anung: Urusan UMP Sudah Selesai!
-
KPK Periksa Seorang Pegawai BUMN dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Ada Demo di Depan Kantor Wapres Kebon Sirih, Massa Aksi: Ijazahmu Mana?
-
Satpol PP DKI Bakal Gelar Operasi Senyap Sasar Peredaran Tramadol di Jakarta
-
Berawal dari Teguran, Warga Cengkareng Justru Jadi Korban Keganasan Pencuri Kabel
-
Anggota Komisi III DPR 'Semprot' Kapolres Sleman: Kalau Saya Kapolda, Anda Sudah Saya Berhentikan