Suara.com - Polres Lombok Timur mengamankan dua pemuda asal Desa Pringgasela berinisial HR (25) dan DN (20). Keduanya diamankan lantaran diduga memperkosa anak dibawah umur saat malam Takbiran, Sabtu (23/5/2020).
Sebelum melakukan aksi bejatnya, HR dan DN ditenggarai lebih dulu mencekoki korban dengan minuman keras (miras) tradisional jenis Brem.
Mengetahui korbannya sudah mabuk, kedua pelaku lantas memperkosa gadis yang diketahui masih berusia 15 tahun.
Orang tua korban yang mengetahui peristiwa itu tak terima dan melaporkan kasus pemerkosaan terhadapa putrinya ke pihak kepolisian.
"Saya tak terima perbuatan pelaku terhadap anak saya, memperkosa setelah mencekoki dengan miras," ungkap orang tua korban kepada penyidik, dikutip dari Lombok Kita—jaringan Suara.com—Jumat (29/5/2020).
Sementara itu, Kanit PPA Reskrim Polres Lombok Timur, Bripka Hermanto mengatakan, kedua pelaku telah diamankan guna menjalani proses hukum.
Hasil pemeriksaan sementara, kata Hermanto, perbuatan amoral para pelaku dilakukan secara suka sama suka.
Pesta miras itu, lanjut Hermanto, dilakukan bersama 12 orang yakni 8 lelaki dan 4 perempuan, dan meminum brem 12 botol.
"Pembelian miras hasil patungan, pelaku dan korban pun sudah merencanakan akan melakukan pesta miras pada malam Lebaran," tutur Hermanto.
Baca Juga: Berteduh Saat Hujan, Sepasang Remaja Berbuat Tak Senonoh di Pinggir Jalan
Berita Terkait
-
Diduga Terpengaruh Miras, Warga Sleman Tewas Saat Lintasi Rel Kereta Godean
-
Kenal Cowok di Aplikasi Kencan, Asisten Dokter Dibikin Teler lalu Diperkosa
-
Asisten Dokter di Depok Diperkosa saat Pingsan, Telanjang Bulat saat Siuman
-
Waduh! 6 Remaja di Jakarta Timur Terciduk Pesta Miras di Malam Takbiran
-
Razia di Malam Takbiran, Polisi Sita Puluhan Botol Miras di Sukabumi
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
-
Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
-
8 Fakta Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Pekalongan, Korban Disebut Mencapai Puluhan
-
Terkuak! Sebelum Tewas Dihantam Selebgram Woodyrman, WN Brunei Sempat Kirim VN Tantangan Berkelahi
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia