Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) turut menyalurkan 200 paket bantuan untuk warga Papua yang tinggal di ibu kota, terutama mereka yang tergabung dalan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Puncak (IPMAP).
Penatan Wanimbo selaku Sekretaris IPMAP mengatakan, pihaknya berterima kasih atas bantuan program KSBB untuk mereka dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.
Ia juga turut menyampaikan kendala yang dialami mahasiswa di tengah pandemi, terutama soal akses internet untuk keberlangsungan tugas-tugas kuliah mereka dan komunikasi dengan keluarga di kampung halaman.
"Sekali lagi ada beberapa hal kendala. Pertama kami kendala WiFi setiap asrama WiFi kami belum ada, sementara kampus kuliah online itu kendala kami," kata Wanimbo, Minggu (31/5/2020).
Selain soal akses internet, lanjut dia, terkait penyewaan tempat tinggal juga menjadi kendala tersendiri bagi mereka. Ia mengaku ada kesulitan bagi mahasiswa Papua dalam mencari indekos atau kontrakan.
"Kedua, kami kendala asrama dan kos-kosan di sini. Kami cari kosan susah dan kami ada kontrakan terus kami tanya ke warga di situ mereka bilang gak ada dan kami kesulitan padahal di situ ada tulisan kontrakan. Kendala juga biaya pendidikan dan untuk tempat tinggal sangat susah sekali," ujarnya.
Mendengar hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria yang turut hadir mengatakan Pemprov DKI segera mencarikan solusi atas sejumlah kendala yang dialami mahasiswa Papua.
"Hari ini kami menyampaikan bantuan sembako bagi adik-adik kita mahasiswa Papua yang ada di Jakarta sebagai bangsa, negara kita Indonesia punya banyak kelebihan di antara pluralisme dan keberagaman. Papua bagian dari Indonesia dan kita harus bantu dari Aceh sampai Papua. Soal internet, kontrakan nanti kita akan carikan solusinya," ujar Riza.
Baca Juga: Diburu karena Tuduh Kapolda Papua Bunuh Tenaga Medis, Aktivis KNPB Ditembak
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam