Suara.com - Lee Chee Kin, pencuri pakaian dalam kelas kakap yang telah mencuri ratusan pakaian dalam dijatuhi hukuman penjara 23 minggu. Hakim menyebut tindakan pria berusia 39 tahun itu sebagai 'hobi aneh' yang tidak pantas.
Dialihbahasakan dari Channel News Asia, Senin (8/6/2020), Lee Chee Kin mengaku bersalah setelah pergi meninggalkan rumah di masa pembatasan guna mencuri pakaian dalam.
Dia didakwa atas 10 tuduhan pencurian, pelanggaran pidana, mengakses ke material komputer secara tidak sah serta pelanggaran peraturan Covid-19.
Lee telah mencuri celana dalam selama bertahun-tahun, tepatnya sepanjang 2018 hingga 2020.
Dalam rentang dua tahun tersebut, Lee disebutkan telah mencuri bra dan celana dalam sebanyak 30 kali dengan total pakaian dalam yang dicuri sebanyak 34 bra, 42 pasang celana dalam dan satu pasang tali bra.
Paling anyar, Lee melancarkan aksinya pada 15 April lalu. Saat itu, Lee nekat keluar rumah meski pemerintah Singapura tengah menerapkan peraturan di mana warga tidak boleh meinggalkan rumah jika tidak ada keperluan penting.
Lee juga pernah ditangkap pada 12 Juli 2019. Pihak polisi menemukan sebanyak 106 bra dan 41 pasang celana dalam di rumahnya.
Pengacara pembela Roche Eng mengatakan Lee sangat menyesal dan meminta hukuman penjara diringankan menjadi tiga sampai lima bulan.
Dalam sidang putusan, Lee berpidato di depan hakim menyampaikan penyesalan dan ingin berubah.
Baca Juga: Cari Kata Racist di Twitter, Akun Donald Trump Nongol Paling Atas
Ia juga mengatakan kepada tunangannya yang hadir di pengadilan bahwa ia akan terus belajar, merawat orang tua dan berharap diterima di tengah masyarakat.
"Aku benar-benar memohon belas kasihan dan keringanan hukuman. Ini pertama kalinya aku dipenjara, Dua bulan di penjara aku belajar banyak hal di dalam," ungkap Lee.
Hakim Teo Guan Kee menerima penyesalan Lee. Namun, hukuman tetap dijalankan sesuai aturan yang ada.
Atas perbuatan mencuri, Lee diancam hukuman kurungan selama tiga bulan, denda 500 dolar Singapura (Rp 5.197.540) atau gabungan antara keduanya.
Sedangkan karena melanggar pembatasan, Lee diancam hukuman penjara selama enam bulan, denda 10.000 dolar Singapura (Rp 103.910.480), atau gabungan antara keduanya.
Berita Terkait
-
Ibu 62 Tahun Mengaku Sering Dirayu, Wanita Ini Jual Pakaian Dalam Kotor
-
Tak Perlu Mesin Cuci, Wanita Ini Kaya berkat Jual Pakaian Dalam Kotor
-
Canggih, Singapura Rakit Alat Pendeteksi Covid-19 Berbentuk Kalung
-
Curi Sawit Rp 76.500 karena Anak Kelaparan, Ibu Diseret ke Pengadilan
-
Langgar Aturan Jaga Jarak, Pekerja Seks di Singapura Didenda Rp 70 Juta
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan