Suara.com - Pemerintah Singapura berencana untuk segera meluncurkan perangkat yang dapat dipakai untuk melacak kontak virus corona Covid-19.
Jika berhasil, alat tersebut akan didistribusikan ke 5,7 juta penduduknya.
Dilansir dari Antara, Negara-kota itu telah mengembangkan aplikasi telepon pintar jenis pertama untuk mengidentifikasi dan mengingatkan orang-orang yang telah berinteraksi dengan pembawa virus corona jenis baru tersebut.
Hanya saja teknologi berbasis bluetooth tersebut telah dilanda sejumlah gangguan dan membuat banyak orang enggan menggunakannya.
"Kami sedang mengembangkan dan akan segera meluncurkan perangkat portabel yang dapat dipakai yang akan ... tidak bergantung pada kepemilikan telepon pintar," kata Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan kepada parlemen pada Jumat (5/6/2020).
"Jika perangkat portabel ini berfungsi. Kami kemudian dapat mendistribusikannya ke semua orang di Singapura ... Ini akan menjadi lebih inklusif, dan itu akan memastikan bahwa kita semua akan terlindungi."
Perangkat yang sedang dikembangkan dapat dikenakan di lanyard (serupa kalung) atau disimpan dalam tas tangan dan akan dioperasikan dengan baterai, kata Balakrishnan bulan lalu dalam sebuah wawancara dengan Sky News Australia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak