Suara.com - Pelonggaran lockdown akibat virus Corona terus dilanjutkan pemerintah Malaysia. Mulai Rabu (10/6/2020), masyarakat sudah bisa memotong rambut di barbershop atau salon.
Menyadur Bangkok Post, pelonggaran lockdown dilakukan Malaysia sebagai upaya menghidupkan kembali perekonomian yang sempat terpukul akibat pandemi Covid-19.
Selain salon rambut, pusat-pusat perbelanjaan, perjalanan antar negara juga mulai kembali dibuka oleh pemerintah Negeri Jiran.
Kebijakan itu disambut gembira oleh warga Malaysia. Mereka mengaku senang bisa kembali diizinkan untuk memotong rambut demi merapihkan penampilan.
"Alhamdulillah pemerintah memutuskan untuk melonggarkan lockdown, sehingga kami bisa keluar dan memotong rambut agar bisa tampan lagi," canda Abdul Rahman Mohamed dikutip Bangkok Post, Kamis (11/6/2020).
Pendapat yang sama juga diutarakan para pemilik barbershop. Setelah hampir dua bulan kehilangan penghasilan, mereka kekinian bisa kembali menata ekonomi.
"Saya senang bekerja lagi karena selama hampir dua bulan, kami tidak mendapatkan penghasilan," kata pemilik salon Wong Lee Ting.
"Pelanggan selalu menelepon bertanya, 'kapan Anda bisa buka? Karena sudah lama"," tambahnya.
Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan pada Minggu (7/6/2020) bahwa pandemi telah berhasil dikendalikan negaranya.
Baca Juga: Kerap Dianggap Bakteri Baik, Ternyata Probiotik Tak Beri Manfaat Signifikan
Malaysia disebutnya akan memasuki periode pemulihan hingga 31 Agustus, diikuti dengan fase normalisasi hingga vaksin siap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT