Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menanggapi diangkatnya dr Reisa Broto Asmoro sebagai Tim Komunikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Menurutnya, kehadiran Reisa bisa saja menjadi pengaruh baik dalam penyampaian pencegahan serta penanganan Covid-19.
Namun, ia mengingatkan agar Gugus Tugas tidak hanya berfokus kepada sosok di balik materi yang ingin disampaikan.
Melainkan, perlu membuat konten dan materi sekaligus cara penyampaian yang lebih menarik dan baik agar dapat diterima masyarakat.
"Ini kan yang kelihatan yang disorot masyarakat itu justru orangnya, sementara yang saya maksud ini selain orangnya tentu juga isi yang disampaikan dalam konferensi pers. Memang kalau ditanya apakah sosok itu berpengaruh, saya kira itu berpengaruh," ujar Saleh kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).
Saleh menyatakan, Gugus Tugas perlu menyelaraskan antara siapa sosok yang menyampaikan, apa saja materi yang disampaikannya dan bagaimana cara penyampaian materi itu sendiri.
Dengan begitu, masyarakat dapat benar-benar menyimak bukan hanya kepada sosok melainkan juga kepada materi.
"Kalau misalkan yang menyampaikan itu orangnya bagus, pintar, menarik, ya tentu orang akan mendengar, orang akan ingat, kemudian cara menyampaikannya santun bagus atau diksi-diksi yang baik, orang juga akan dengar. Kemudian, isinya itu mungkin mudah dimengerti, mudah dicerna, dan dapat dilaksanakan, masyarakat jadi senang," ujar Saleh.
Berita Terkait
-
Dokter Reisa: Jaga Jarak Turunkan Penularan Corona hingga 85 Persen
-
dr Reisa Broto Asmoro Bagikan Cara Aman Naik Transportasi Umum, Simak Ya!
-
Dokter Reisa Broto Asmoro, Sudjiwo Tejo: Jubir Pemersatu Bangsa
-
Cegah Corona, dr Reisa: Jangan Letakkan Barang di Kursi Transportasi Umum
-
Soal Reisa, Fahri Hamzah: Sering Umumkan Jumlah Orang Meninggal Lama-lama..
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir