Suara.com - Wisatawan asing tetap bersikukuh menyambangi pantai-pantai Meksiko meski negara ini melaporkan adanya 3.494 kasus Covid-19 baru dengan 424 kematian pada Sabtu (13/6).
Menyadur Channel News Asia, Kementerian Kesehatan Meksiko mengatakan penambahan kasus baru tersebut membuat total kasus infeksi virus corona mencapai 142.690 dengan 16.872 kematian.
Melonjaknya infeksi dalam beberapa hari terakhir di Meksiko, tak lantas menghentikan turis asing untuk bertandang ke pantai Karibia dan pantai-pantai populer lainnya, yang baru saja dibuka secara bertahap dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan baru.
"Saya terjebak di apartemen saya di New York selama tiga bulan, jadi saya memutuskan ke pantai yang dibuka merupakan hal yang bagus," ujar Sam Leon, pelancong yang tiba di Cancun pada Sabtu (13/6).
Sementara turis lain, Brad Kendell, mengaku tak lagi khawatir soal lonjakan kasus karena ia telah sering melakukan perjalanan. "Kami bepergian sepanjang waktu, kami benar-benar tidak peduli," ujar pria usia 32 tahun asal Kanada ini.
Setelah sektor pariwisata Meksiko dibuka kembali pekan lalu, aktivitas di sejumlah destinasi populer, termasuk resor tepi pantai Cancun kembali menggeliat.
Hotel Hard Rock, disebutkan kembali menerima tamu dan kini memberlakukan sejumlah protokol kesehatan seperti jaga jarak di area kolam dan pantai, serta menyediakan tempat-tempat cuci tangan.
Gubernur Quintana Roo, Carlos Joaquin mengatakan sekarang ini merupakan momen yang tepat untuk membangkitkan kembali perekonomian negara yang salah satunya melalui pariwisata.
"Yang paling penting saat ini adalah menghidupkan kembali ekonomi negara, tetapi kita harus memperhatikan dengan kesehatan rakyat kita," ujar Joaquin pekan lalu.
Baca Juga: Dua Eks Komisioner KPK Kritisi Vonis Kasus Novel, Kasus Serupa Lebih Berat
Sektor pariwisata Meksiko, menyumbang 8,7 persen dari produk domestik bruto dan merupakan sumber penghasilan bagi 4,5 juta pekerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel
-
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta