Suara.com - Ulah warganet di Twitter seakan tak pernah ada habisnya. Kali ini, seorang warganet dengan nama akun @br0kenpisces yang terlanjur marah-marah dengan petugas PLN karena listrik di kosnya mati ternyata menemui fakta lain.
Awalnya, akun @br0kenpisces menghubungi dan menegur pihak PLN lewat Twitter karena listrik di kosnya mati sudah lebih dari dua jam.
"Ini mati listrik 2 jam lebih enggak bener-bener halo permisi @pln_123 @infoPLN @_pln_id," tulisnya.
Namun, selang tak lama kemudian, ia kembali mencuit. Kali ini, ia menyertakan bukti tangkapan layar chat yang dikirim oleh ibu kosnya. Ternyata, listrik di kosnya mati bukan karena kendala dari PLN tetapi karena ibu kos belum membeli token listrik.
"Maaf, PLN ternyata salah ibu kos saya," tulis @br0kenpisces.
Dari tangkapan layar yang ia sertakan, terlihat sang ibu kos meminta maaf karena dirinya ketiduran sehingga lupa membeli token listrik.
"Mbak V**a, tante abis bersih-bersih ketiduran. Lupa isi token. Ini tante isi ya," demikian isi pesan tersebut.
Gara-gara hal ini, cuitan @br0kenpisces itu pun viral hingga memperoleh lebih dari 15 ribu likes. Warganet pun tampak memenuhi kolom reply dengan berbagai komentar kocak, salah satunya oleh akun @usernamastee.
"PLN be like: gua mulu disalahin," katanya.
Baca Juga: Dirut PLN Blak-blakan ke DPR soal Alasan Naiknya Tagihan Listrik
"Tahunya PLN minta thread klarifikasi, kalau enggak bakalan di-spill sama PLN. Fitnah memutus listrik ke pelanggan - sebuah utas," tulis @uwuwuman.
"Haha kalau aku jadi kakak, aku juga bakal ngegas ke PLN duluan sebelum tanya tetangga kos," kata @rizasavinaa.
Berita Terkait
-
Suuzan ke PLN Ternyata Salah Ibu Kos, Viral Permintaan Maaf Kocak Warganet
-
Dirut PLN Blak-blakan ke DPR soal Alasan Naiknya Tagihan Listrik
-
Komisi VI Minta PLN Sosialisasikan Kebijakan di Masa Pandemi Covid-19
-
Cibir dr Fika, Dosen UGM Mengaku Khilaf Sombong di Twitter
-
Tingkatkan Keandalan Pembangkit Listrik, PT PJB Luncurkan RE-FORGE
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Eros Djarot: Indonesia Terjebak Lingkaran Setan, Fondasi Bangsa Bobrok!
-
KPK Bicara Soal Potensi PT Bluray Jadi Tersangka Korporasi dalam Kasus Bea Cukai
-
Solidaritas Dokter Menguat, IDAI Tuntut Kemenkes Batalkan Mutasi dan Pemecatan Dokter Piprim dkk
-
SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!
-
Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!
-
Wanti-wanti PDIP Usai Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS: Jangan Korbankan UMKM
-
Para Menteri, BPJS, BPS Duduk Bersama Bahas Transisi PBI
-
Gugatan 57 Mantan Pegawai KPK Dikabulkan KIP, Hasil TWK Harus Diungkap ke Publik
-
Skandal Dana Raib Rp90 Miliar: Mediasi Buntu, Mirae Asset Justru Salahkan Nasabah Bocorkan Password?
-
7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri