Suara.com - Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh membeberkan motif FH alias DI, pelaku kasus pembacokan terhadap polisi yang melerai aksi tawuran antar pemuda, beberapa waktu lalu.
Saat diperiksa, FH mengaku memang sengaja membacok Panit Reskrim Polsek Tambora Ipda Gusti Ngurah Astawa setelah melepas tembakan di tengah lokasi tawuran antarpemuda di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
"Iya (sengaja), karena dia tahu kok itu aparat karena si Panit itu yang lepaskan tembakan peringatan dia yang datang dengan mobil patroli saat tawuran terjadi," kata Kompol Iver saat dihubungi Suara.com, Jumat (26/6/2020).
Menurut Kompol Iver, Ipda Gusti Ngurah Astawa saat melerai tawuran terjadi sempat meletuskan tembakan peringatan. Namun, peringatan tersebut malah tak dihiraukan.
"Tapi tak dihirau kan malah dibacok," ungkapnya.
Iver mengatakan, FH alias DI ini telah sebulan buron usai membacok Panit Reskrim Polsek Tambora pada 12 Mei 2020 lalu. Selama buron FH alias DI ini berpindah-pindah lokasi dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Bogor.
"Ada di Bogor sempat ngumpet. Jadi ada 3 lokasi persembunyian Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Bogor," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kompol Iver mengatakan, dengan tertangkapnya FH alias DI saat ini sudah tidak ada pelaku penganiayaan Panit Reskrim Polsek Tambora yang buron.
"Sudah semua tertangkap, sebelumnya kan 23 diamankan," tuturnya.
Baca Juga: Pelaku Tawuran Pembacok Polisi Licin, Sebulan Buron Kerap Berpindah-pindah
Sebelumnya, Panit Reskrim Polsek Tambora Ipda Gusti Ngurah Astawa dibacok saat melerai tawuran antar kelompok pemuda di perbatasan Setia Kawan Gambir Jakarta Pusat dengan Duri Selatan, Tambora Jakarta Barat pada 12 Mei 2020 lalu.
Akibat insiden tersebut, Ipda Gusti Ngurah Astawa mengalami luka pada bagian punggung sebelah kanan akibat penganiayaan dengan senjata tajam.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
-
Anggota Polres Yahukimo Dibacok OTK di RSUD Dekai Saat Jenguk Pacar, Polisi Buru Pelaku
-
Ultimatum Warga usai Polisi Dibacok, Pemkot Jaktim Ancam Cabut KJP dan Bansos Pelaku Tawuran
-
Bantai Polisi Pakai Sajam, Pelaku Tawuran Pembacok Iptu Rano di Duren Sawit Ternyata Pecandu Narkoba
-
Ngeri! Tenteng Cocor Bebek dan Celurit, Pemuda di Jaktim Nekat Bacok Polisi karena Halau Tawuran
-
Polisi Dibacok saat Lerai Tawuran di Duren Sawit, Pemuda Pembacok Iptu Rano Tertangkap!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi