Suara.com - Perwakilan Kerajaan Inggris di Jamaika, Gubernur Jenderal Patrick Allen membuat pengumuman pada hari Jumat tentang penggunaan pribadi lambang Ordo St. Michael dan St. George.
Menyadur CNN pada Senin (29/06/2020) Allen tersinggung dengan sosok setan di lambang tersebut yang digambarkan sebagai orang kulit hitam.
Gambar rasis itu, menurut Allen menunjukkan setan sebagai pria berkulit gelap di bawah kaki malaikat agung kulit putih yang baru-baru ini menyebabkan kemarahan di Jamaika.
Allen mengirim surat kepada Kanselir Ordo St. Michael dan St. George untuk meminta revisi. Ia juga merekomendasikan agar gambar itu agar diubah untuk mencerminkan citra inklusif tentang kemanusiaan bersama dari semua bangsa.
"Penangguhan ini merujuk pada pengakuan atas kekhawatiran yang diangkat oleh warga negara atas gambar pada medali dan meningkatnya penolakan global terhadap penggunaan benda-benda yang menormalkan berlanjutnya degradasi orang kulit berwarna," jelas Allen dalam pernyataannya.
Menurut situs web keluarga kerajaan Inggris, lambang tersebut memiliki ilustrasi St. Michael di satu sisi dan simbol setan di sisi lainnya.
Terkait hal ini, CNN telah menghubungi kantor pers istana untuk memberikan komentar, tapi belum menerima tanggapan.
Menurut situs web Ordo St. Michael dan St. George, mereka mengakui layanan di negara asing yang erat hubungannya dengan urusan luar negeri dan persemakmuran seperti karya petugas layanan asing dan diplomat.
Isu ras yang berkaitan erat dengan warna kulit tengah panas dibicarakan di berbagai negara. Tewasnya George Floyd membuat kemarahan besar warga AS atas penindasan kaum kulit hitam.
Baca Juga: Cerita Polisi Wanita Kulit Hitam di AS soal Praktik Rasis di Kepolisian
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!