Suara.com - Seorang pejabat dinas pariwisata di India mengamuk dan tega menganiaya rekan kerja yang memintanya mengenakan masker, di tengah pandemi Covid-19.
Menyadur Gulf News, Rabu (1/7/2020), seorang pejabat dinas pariwisata di negara bagian India Andhra Pradesh tertangkap kamera CCTV secara brutal memukul rekan kerja yang seorang wanita. Rekan kerjanya tersebut memintanya untuk memakai topeng sebagai perlindungan di tengah Covid-19.
Dalam insiden tersebut, terdakwa yang diketahui bernama Bhaskar, terlihat secara brutal menyeret, meninju, dan menendang bahkan hingga menyerang menggunakan benda yang terlihat seperti batang besi.
Melihat pria tersebut mengamuk, rekan-rekan yang ada di satu ruangan langsung berlari dan coba meleraikan serta menyelamatkannya.
Menurut laporan, Bhaskar merupakan wakil manajer sebuah hotel di bawah Departemen Pariwisata Andhra Pradesh, di Nellore, menjadi marah setelah rekannya meminta untuk mengenakan masker.
Video tersebut kemudian dibagikan di media sosial Twitter oleh akun @krishna0302 dan langsung viral di India serta memicu kemarahan warganet.
"Video yang mengejutkan! Hanya karena dia memintanya untuk memakai masker, #AndhraPradesh dept pariwisata mgr Bhaskar memukuli pekerja kontrak dengan batang besi di kantor. Insiden di #Nellore distrik pada hari Sabtu. Wanita itu, yang memiliki kemampuan, mengajukan laporan kepada polisi." tulis akun tersebut.
Video tersebut langsung memicu kemarahan warganet dan membanjiri kolom komentar.
Akun @waz0027 menuliskan: "Mengejutkan. Hati nurani kita sebagai masyarakat sudah mati."
Baca Juga: TikTok Diblokir di India
Akun @RaunakRK juga ikut berkomentar: "Tidak bisa mengatakan apa yang lebih mengerikan dari kejadian ini. Tindakan itu sendiri atau tiga pria yang 'mengawal' orang jahat ini pergi dan yang keempat melanjutkan hari-harinya. Tidak ada yang menolong wanita yang terluka. Konyol. Harus segera ditangkap."
Warganet juga mendesak pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
Akun @Swatis_CK menulis: "Tolong jangan membebaskannya dari hukuman. Ini tidak dapat diterima dan pikiran yang sakit seperti itu harus dikirim ke tempat yang tepat. Tolong tempatkan dia di rumah sakit jiwa dan pastikan dia diperlakukan dan dihukum dengan baik."
Menurut laporan terbaru, pejabat tersebut sudah ditangkap oleh petugas polisi setempat setelah korban mengajukan laporan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda