Suara.com - PT Unilever Indonesia - Savoury Factory bakal melakukan sterilisasi serta menginkubasi semua produk pabriknya, setelah 36 pekerja di lingkungan tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus corona covid-19.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman.
"Ini good will dari perusahaan. Semua produk akan disterilisasi dan diinkubasi selama 14 hari untuk memastikan semua aman. Meskipun Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebut bahwa tidak ada penularan pada makanan," ujar Adhi seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/7/2020).
Selain itu, kata dia, Unilever juga melaporkan sudah memutuskan untuk melakukan tes PCR kepada seluruh karyawan.
Ia mengatakan, Unilever juga meliburkan karyawan dan menghentikan sementara proses produksi, serta melakukan sterilisasi menyeluruh kepada seluruh produk yang dihasilkan di pabrik tersebut.
Dengan demikian, Adhi mengatakan antisipasi yang dilakukan perusahaan sudah sesuai dengan ketentuan Kementerian Perindustrian.
"Dengan tindakan inkubasi, sterilisasi, dan karantina memang sudah sangat tepat untuk menangani persoalan ini," tukas Adhi.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 36 orang di lingkungan PT Unilever Savoury Factory di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dinyatakan positif terinfeksi virus corona covid-19.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menetapkan, area pabrik tersebut menjadi klaster baru penyebaran wabah corona.
Baca Juga: 36 Buruh Unilever Positif Covid, Emil Desak Industri Lakukan Swab Mandiri
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengungkapkan, pendataan hingga Jumat (3/7/2020) siang, terdapat 36 orang dalam area itu positif terinfeksi virus corona.
"Rinciannya, 21 karyawan dan 15 orang keluarga mereka," kata Alamsyah.
Dia mengatakan, data itu didapat setelah digelar tes swab terhadap 265 karyawan PT Unilever.
Ia mengatakan, 15 orang keluarga yang ikut terinfeksi tersebut disebabkan interaksi mereka dengan para karyawan.
Kekinian, kata dia, 36 pasien positif covid-19 tersebut sudah dirawat di rumah sakit maupun melakukan isolasi mandiri.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bersama manajemen perusahaan Unilever terus melacak kemungkinan penyebaran virus terhadap karyawan lainnya yang berjumlah 500 orang.
Tag
Berita Terkait
-
36 Buruh Unilever Positif Covid, Emil Desak Industri Lakukan Swab Mandiri
-
Saham Unilever Jeblok di Tengah Puluhan Karyawannya yang Positif Corona
-
36 Karyawan Positif Corona, Unilever Klaim Produknya Aman
-
Unilever Klaim Produknya Aman Setelah 36 Karyawannya Positif Corona
-
21 Buruh Positif Corona, Pabrik TBB Unilever Bekasi Dihentikan Sementara
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli