- Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting dan obat-obatan pribadi.
- Segera matikan aliran listrik utama saat air mulai masuk ke rumah.
- Waspadai penyakit pascabanjir dan jangan paksakan kendaraan menerobos genangan tinggi.
Suara.com - Memasuki puncak musim hujan di awal tahun 2026, curah hujan tinggi mulai memicu genangan dan banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek. Banjir tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membawa risiko serius terhadap keselamatan jiwa dan kesehatan.
Agar tetap aman dan tidak panik, berikut adalah 5 hal penting yang wajib Anda siapkan.
1. Pantau Info Cuaca dan Tinggi Muka Air Secara Real-Time
Jangan abaikan peringatan dini dari lembaga resmi seperti BMKG dan BPBD. Manfaatkan aplikasi cuaca di ponsel atau pantau media sosial mereka untuk mengetahui pergerakan awan dan potensi hujan lebat. Informasi ini membantu Anda mengambil keputusan cepat, apakah tetap di rumah atau mencari rute alternatif yang lebih aman.
2. Siapkan 'Tas Siaga Bencana' (TSB)
Bagi Anda yang tinggal di kawasan rawan banjir, siapkan Tas Siaga Bencana dari sekarang. Isi tas dengan dokumen-dokumen penting (ijazah, akta, sertifikat) yang sudah dibungkus plastik kedap air. Lengkapi juga dengan pakaian ganti, obat-obatan pribadi, dan power bank yang terisi penuh. Simpan TSB di tempat yang tinggi dan mudah dijangkau.
3. Matikan Aliran Listrik Saat Air Mulai Masuk
Risiko terbesar saat banjir adalah sengatan listrik. Pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui letak saklar utama (MCB) agar aliran listrik dapat segera diputus saat air mulai masuk. Cabut semua kabel peralatan elektronik dari stop kontak dan pindahkan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
4. Waspadai Penyakit Leptospirosis dan DBD
Baca Juga: Beckham Putra Ungkap Alasan Selebrasi Ice Cold saat Kalahkan Persija Jakarta
Musim hujan identik dengan ancaman penyakit. Genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk DBD dan media penyebaran bakteri Leptospirosis dari urine tikus. Selalu gunakan alas kaki pelindung seperti sepatu bot saat melintasi genangan, dan segera cuci tangan serta kaki dengan sabun antiseptik setelahnya.
5. Cek Kondisi Kendaraan Secara Berkala
Bagi yang harus beraktivitas dengan kendaraan, pastikan kondisinya prima. Periksa ketebalan ban untuk menghindari risiko tergelincir (aquaplaning) dan pastikan wiper berfungsi maksimal. Yang terpenting, jangan memaksakan diri menerobos banjir jika ketinggian air sudah melebihi knalpot untuk menghindari risiko mesin mati atau rusak parah (water hammer).
Tetap waspada dan utamakan keselamatan diri serta keluarga.
____________________________
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?