- Sekitar 50 pengelola media sosial lokal Yogyakarta dan Solo Raya akan bertemu pada ISMN Yogyakarta Meetup 2026.
- Forum strategis ini diadakan pada 15 Januari 2026 di HAHAHIHI Coffee & Eatery untuk membahas kolaborasi.
- Tujuannya memperkuat jejaring pengelola media lokal sebagai motor penggerak ekonomi dan informasi positif.
Suara.com - Sekitar 50 pengelola media sosial lokal dari Yogyakarta dan Solo Raya siap ambil bagian dalam Indonesia Social Media Network (ISMN) Yogyakarta Meetup 2026, sebuah forum strategis yang digelar untuk membahas kolaborasi, tantangan, dan peluang media sosial lokal di tengah dinamika era digital.
Agenda ini akan berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, mulai jam 09.00 WIB di HAHAHIHI Coffee & Eatery, Yogyakarta.
Para peserta terdiri dari pemilik kanal media sosial yang dikenal aktif menyajikan konten lokal, mulai dari update acara daerah, kuliner, pariwisata, hingga komunitas.
Acara yang diinisiasi oleh Ayo Media Network itu dirancang sebagai ruang temu sekaligus forum diskusi bagi para pelaku homeless media—sebutan untuk media sosial lokal dan kanal digital independen yang tumbuh dari komunitas namun belum memiliki struktur media konvensional.
CEO Ayo Media Network Ruddy Sukarno menuturkan bahwa ISMN bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan jaringan kolaboratif yang menghimpun pengelola media sosial lokal dari berbagai wilayah di Indonesia untuk saling memperkuat kapasitas dan jejaring.
“Kami ingin memperkuat jejaring antar pengelola media sosial lokal agar menjadi penyalur informasi positif baik dari arus bawah atau sebaliknya. Kami berharap, media sosial menjadi motor penggerak ekonomi, sosial, dan kegiatan berdampak positif di daerahnya masing-masing,” ujar Ruddy.
Ruddy turut menegaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah konkret membangun sinergi antara komunitas digital, pemerintah, pelaku usaha, institusi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kolaborasi ini, media sosial diharapkan dapat menjadi alat pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi kreatif yang lebih luas.
Dalam acara ini, para peserta akan mendengarkan paparan dari berbagai narasumber kompeten yang mengeksplorasi tema-tema penting seperti jurnalisme digital, etika media baru, strategi konten, hingga personal branding.
Baca Juga: Konten Berbasis AI Bakal Makin Dominan di Medsos Tahun 2026
Salah satunya adalah Suwarjono, CEO Suara.com, yang akan membahas hubungan antara jurnalisme dan media sosial.
Diskusi ini diharapkan membuka wawasan para pengelola media sosial dalam menghadapi perubahan algoritma dan tantangan teknologi yang terus berubah, sehingga konten yang dihasilkan tetap relevan, kredibel, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
ISMN Yogyakarta Meetup 2026 juga dipandang sebagai momentum penting untuk memperluas kolaborasi antar pengelola media sosial lokal di berbagai kota lain, setelah sebelumnya ISMN Meetup sukses digelar di Bandung dan Semarang.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, pertemuan ini menjadi saksi bagaimana media sosial lokal bisa menjadi lebih dari sekadar kanal informasi—melainkan ruang pemberdayaan masyarakat, penghubung komunitas, dan pendorong perubahan positif di era digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
PSI Usul Cara Lain Tambah PAD Jakarta, Tak Perlu Jual Nama Halte ke Parpol
-
Perkuat Otot Militer, RI-AS Resmi Bentuk MDCP: Fokus Teknologi Bawah Laut
-
Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
-
Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks
-
Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
-
Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab