Suara.com - Seorang ayah dan putrinya yang berusia 4 tahun bersepeda selama 71 hari dan menempuh jarak 4.139 kilometer untuk mencapai Lhasa, Tibet.
Menyadur Asia One, Senin (7/7/2020), Dou Haobei dan putrinya, Dou Dou, berangkat dari Dongguan, provinsi Guangdong pada 2 April dan tiba di tujuan mereka di wilayah Lhasa, Tibet pada 12 Juni setelah melewati wilayah otonomi Guangxi Zhuang dan provinsi Yunnan.
Dou mengatakan dia berharap perjalanan tersebut sebagai hadiah untuk putrinya yang merayakan ulang tahun keempatnya di bulan April.
"Dalam perjalanan, kami mengalami dan mengatasi banyak kesulitan. Itu adalah cara untuk mengajarkan putri saya arti sebenarnya dari kegigihan," ujar Dou dikutip dari Asia One.
"Sepanjang jalan, putriku mengalami kelelahan, hujan deras, reaksi pada ketinggian, penyakit dan bahkan cedera, tetapi dia bertahan sampai akhir, dan terus tersenyum di wajahnya." jelas sang ayah.
Gadis itu naik di kursi khusus anak yang terpasang pada sepeda sang ayah. Ketika bukit terlalu curam untuk Dou, putrinya turun untuk berjalan bersamanya dan membantu mendorong sepeda.
"Putriku sekarang dapat melihat gunung-gunung bersalju, gurun Gobi, sungai-sungai besar dan danau-danau dan jalanan pegunungan yang berliku," kata Dou.
Ayah dan anak tersebut menempuh perjalanan sekitar 59 kilometer per hari dan menikmati banyak pemandangan alam yang indah.
Dou berkata dia berharap perjalanan itu akan membantu putrinya untuk tumbuh dewasa.
Baca Juga: Berburu Sepeda Minions Phoenix di Eks Lokalisasi Dolly, Harga Rp 200 Ribuan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?