Suara.com - Pasien positif virus corona atau Covid-19 pada klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat, Bandung dinyatakan berkurang setelah menjalani tes swab yang kedua kalinya. Pasien yang masih positif Covid-19 itu berjumlah 1.026 orang.
Kepala Dinas Penerangan AD Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, ribuan pasien telah menjalani tes swab untuk yang kedua kalinya. Hingga saat ini ada ratusan pasien yang dinyatakan negatif.
"Ada 116 pasien lagi yang dinyatakan negatif," kata Nefra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7/2020).
Meski demikian, ia juga menyebutkan ada pasien positif tambahan yakni berjumlah 27 orang. Hasil itu berasal dari pemeriksaan lab PCR pada tes swab yang pertama kali.
Hasil tersebut baru muncul sebab pemeriksaan hasil swab di lab PCR dilakukan secara bergiliran.
Menurut dia, saat ini tim uji klinis anti Covid-19 dari Universitas Airlangga, BIN, dan TNI AD mulai memberikan beberapa kombinasi obat dan dosis kepada pasien positif Covid-19 di Secapa AD sesuai dengan protokol pedoman pelaksanaan uji klinis dari BPOM.
Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas kerjasama riset pengembangan kombinasi obat untuk anti Covid-19.
Kemudian kabar baik datang dari klaster Pusat Pendidikan Polisi Militer Angkatan Darat atau Pusdikpom AD Cimahi. Di mana dari hasil tes swab yang ke-2, seluruh pasien dinyatakan negatif.
"Sudah dilakukan swab ke-2 terhadap 101 pasien positif dengan hasil lab PCR 101 pasien tersebut menjadi negatif," katanya menambahkan.
Baca Juga: Rabu Besok 600 Warga Sekitar Secapa AD Bandung Akan Dites Corona
Berita Terkait
-
Terus Bertambah, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kini Tembus 1.140 Orang
-
Aturan Wajib Masker Dimanfaatkan Muda-Mudi untuk Beli Miras
-
Temuan Peneliti, Silent Spreader Mungkin Penyebab Setengah Kasus Covid-19
-
Hasil Autopsi Pasien Covid-19 Meninggal, Semua Alami Pembekuan Darah
-
Posting Soal Covid-19 Pakai Ayat Al Quran, Blogger Dipenjara 6 Bulan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim