Suara.com - Berdasarkan pada model yang diterbitkan oleh National Academy of Sciences, bahwa 50 persen kasus Covid-19 dapat menyebar oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala atau "silent spreader".
Namun temuan "transmisi diam-diam" yang mungkin merupakan setengah dari semua kasus Covid-19 ini memerlukan pengujian lebih lanjut, kata Dr. Ron Elfenbein di CBS News, Senin (13/07/2020).
"Jika memang benar bahwa 50 persen dari penyebaran ini berasal dari asimptomatik atau pre-simptomatik, maka satu-satunya jawaban untuk itu adalah untuk menguji coba semua orang dan hanya memperluas kapasitas pengujian kami sebanyak mungkin," kata Elfenbein, seorang dokter perawatan darurat di Maryland.
Asimptomatik berarti Anda terinfeksi tetapi tidak pernah menunjukkan gejala, sementara presimptomatik berarti Anda tidak terlihat sakit atau merasa sakit, tetapi pada akhirnya akan timbul gejala.
Dalam kedua kasus, Anda dapat menyebarkan virus ke orang lain tanpa menyadarinya.
"Transmisi diam-diam saja dapat mempertahankan wabah bahkan jika semua kasus simptomatik segera diisolasi," catat para penulis penelitian. "Temuan kami menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pengujian kasus yang diduga tanpa gejala, sebagaimana dicatat dalam pedoman yang direvisi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit."
Sementara itu, studi lain oleh para ilmuwan di King's College London menunjukkan bahwa kadar antibodi pada orang yang didiagnosis dengan Covid-19 turun secara signifikan setelah beberapa bulan . Studi ini hanya melihat 90 pasien, tetapi Elfenbein mengatakan "kesimpulan mereka terdengar sangat valid."
Sementara 60% orang dalam penelitian ini memiliki antibodi "kuat" ketika mereka melawan Covid-19, hanya 17% memiliki tingkat potensi yang sama tiga bulan kemudian, para peneliti menemukan.
"Jenis ini membuat lubang dalam" prospek kekebalan kawanan (herd immunity), yaitu ketika sebagian besar populasi kebal terhadap virus, baik karena mereka sudah memilikinya atau telah divaksinasi, kata Elfenbein.
Baca Juga: Hasil Autopsi Pasien Covid-19 Meninggal, Semua Alami Pembekuan Darah
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala