Suara.com - Sebanyak 12 armada pompa pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan untuk menangani kepulan asap tebal di dalam Gedung Radiologi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu siang.
"Saat ini sudah 12 armada pompa pemadam berikut puluhan petugas sudah ada di lokasi," kata Kasi Operasional Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman, di Jakarta.
Petugas damkar mengalami kesulitan untuk mendeteksi titik api sebab asap yang mengepul dari dalam ruangan terlalu pekat.
Gatot belum melaporkan penyebab timbulnya kepulan dari asap tersebut sebab penanganan lokasi kejadian masih berlangsung.
Kabag Humas RS Polri AKBP Kristianingsih mengatakan jika ruang radiologi yang terbakar berfungsi sebagai lokasi pemeriksaan untuk penunjang tenaga medis.
"Penyebabnya belum diketahui, saya kebetulan sudah pulang saat kejadian itu," katanya
Kristianingsih mengatakan kejadian itu sempat membuat pelayanan rumah sakit terganggu.
Kepanikan tampak dari sejumlah pegawai maupun keluarga pasien yang berkunjung di rumah sakit.
Pengunjung yang datang membawa kendaraan tampak panik berusaha memindahkan mobil mereka untuk menjauh dari Gedung Radiologi. (Antara).
Baca Juga: RS Polri Kramatjati Kebakaran, 12 Unit Mobil Damkar Diterjunkan
Berita Terkait
-
Battle of Fates Dikecam, Ramal Kasus Kematian Petugas Pemadam Kebakaran
-
Pemadam Kebakaran dan Kepercayaan Publik yang Tumbuh dari Pengalaman Nyata
-
Saat Damkar Sleman Jadi Pelarian Warga untuk Segala Masalah: Dari Ular hingga Urusan Hati
-
Cerita Unik Damkar! Tak Hanya Padamkan Api, tapi Redam Panas Rumah Tangga
-
Cerita Jennifer Bachdim Diselamatkan Damkar, Ada Apa?
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Dari Bisnis Narkoba hingga Aniaya Siswa Madrasah: Sejauh Mana Reformasi Polri Bekerja?
-
PDIP Ungkap Sumber Dana MBG, Sebut Diambil dari Anggaran Pendidikan
-
Ketua YLBHI Kritik Sikap Inferior Presiden Prabowo di Hadapan Donald Trump
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur