Suara.com - Portugal memperbolehkan klub malam dan bar buka kembali mulai 1 Agustus mendatang, namun tanpa bagian lantai dansa.
Menyadur Channel News Asia, dibukanya kembali klub malam dan bar tapi tanpa lantai dansa ini berarti warga harus menunggu sedikit lebih lama untuk bisa berjoget di tempat tersebut.
Pembukaan kembali hiburan malam ini juga dibarengi dengan aturan yang diterapkan di kedai kopi dan toko roti, yakni harus tutup pada jam 8 malam di Lisbon dan jam 1 pagi di kota-kota lain.
Menteri Urusan Kabinet Portugal Mariana Vieira da Silva mengatakan tidak ada pilihan untuk kembali ke kondisi sebelum pandemi bagi bisnis klub malam lantaran ancaman tingginya risiko penularan.
"Ada kemungkinan untuk membuka bar seperti toko roti atau kafe," ujar da Silva, Kamis (30/7).
Sebagai gantinya, pemilik klub atau bar dianjurkan menyulap lantai dansa sebagai ruang tambahan untuk meja dan kursi pengunjung dengan catatan menerapkan jaga jarak sosial.
Kendati diperbolehkan kembali buka, namun sejumlah pelaku bisnis bar di Portugal mengaku kurang puas dengan keputusan ini.
Dengan kondisi pandemi, sejumlah aturan seperti jam tutup dirasa kurang masuk akal dan mengancam masa depan sektor ini.
"Ini tidak mungkin benar," ujar Hugo Cardoso, presiden asosiasi klub malam dan bar di seluruh negeri.
Baca Juga: Presiden Brasil Sembuh dari Covid-19, Kini Gantian Istrinya yang Terinfeksi
"Klub malam yang tutup jam 8 malam? Klub malam sebelum orang datang?" ujar Cardoso mempertanyakan aturan pemerintah soal pembukaan kembali.
Senada, Antonio Fonseca, presiden asosiasi klub malam di Porto, kota terbesar kedua di Portugal, mengatakan keputusan pemerintah ini sebagai hal yang konyol.
"Itu tidak masuk akal," katanya.
Bisnis klub malam dan bar di Portugal telah ditutup semenjak Maret lalu, ketika wabah virus corona mulai merebak di negara ini.
Negara ini awalnya mendapat pujian atas responnya yang cepat terkait pandemi virus corona.
Namun belakangan, kasus infeksi harian yang stabil berada di angka ratusan dalam dua bulan terakhir, membuat otoritas berwenang cukup khawatir dengan laju kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Ajak Warga Ikut Bongkar Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS, Polri: Identitas Kami Lindungi
-
OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Diduga Terkait Penerimaan dari Sejumlah Proyek
-
Cegah Kecelakaan Saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota
-
Prabowo Minta Pengusaha Batu Bara dan Kelapa Sawit Prioritaskan Kebutuhan Nasional
-
Feri Amsari: Negara Harus Ungkap Pelaku Serangan Andrie Yunus atau Dianggap Bagian dari Kejahatan
-
Profil Bupati Cilacap Syamsu Auliya Rachman yang Terjaring OTT KPK, Harta Tembus Rp11 Miliar
-
Pegang Data Intelijen, Prabowo Ungkap Motif Pengamat yang Sering Sebut Indonesia Hancur
-
Bukan Cuma Bupati, KPK Tangkap 26 Orang Lainnya di OTT Cilacap
-
Perintah Prabowo ke Menteri Jelang Lebaran: Harga Stabil, BBM Aman dan Menpar Aktif Promosi Wisata
-
Jerit Tioman dan Kisah Rifya Melawan Tambang di Dairi hingga Halmahera