Suara.com - Beredar video cuplikan kartun The Simpsons yang diklaim memprediksi ledakan dahsyat di Lebanon. Klaim itu diunggah oleh akun Twitter Nara Shikamakmur (@alatreproduksi), pada Rabu (5/8/2020).
Akun Twitter itu memberi narasi sebagai berikut.
"Ledakan pabrik kembang api di pelabuhan Beirut Lebanon sudah pernah diprediksi oleh The Simpson."
Dalam postingannya, akun Twitter Nara Shikamakmur melampirkan video berdurasi 22 detik.
Video itu memperlihatkan karakter utama The Simpson, Homer membeli bahan peledak di sebuah toko.
Sementara itu, karakter penjual tampak memakai penutup kepala yang mirip turban khas Timur Tengah.
Adegan berikutnya, Homer memanaskan sumbu bahan peledak itu di kompor yang kemudian terjadu ledakan hebat. Ledakannya membentuk asap berbentuk jamur.
Benarkah The Simpsons memprediksi ledakan dahsyat di Lebanon?
Penjelasan
Baca Juga: Fakta-fakta Amonium Nitrat yang Diduga Pemicu Ledakan Dahsyat di Lebanon
Berdasarkan penelusuran Suara.com, Rabu (5/8/2020), klaim yang diunggah oleh akun Twitter Nara Shikamakmur (@alatreproduksi) adalah tidak benar.
Adegan dalam cuplikan video kartun The Simpsons dalam unggahan akun Twitter Nara Shikamakmur (@alatreproduksi) telah mengalami proses penyuntingan atau editing. Klaim bahwa The Simpsons memprediksi ledakan dahsyat di Lebanon juga tidak terbukti.
Video asli film kartun The Simpsons tersebut diperlihatkan oleh akun Twitter @ckhwanghj.
"Yang nyebarin editan kartun The Simpsons sama ledakan di Lebanon tolong di stop dong, jangan nyebarin video yang gak sesuai faktanya...... Btw ini yang asli nya," tulis @ckhwanghj, Rabu (5/8/2020).
Adegan yang sebenarnya terjadi ketika Homer menyulut sumbu peledak itu di kompor bukan langsung meledak dan membentuk asap berbentuk jamur.
Namun, Homer panik, mondar-mandir di dapur lalu melempar peledak tersebut ke dalam kulkas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial