Suara.com - Seorang pilot diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 12 gedung kondominium di Bandar Kinrara, Serdang, Malaysia, Senin (3/8/2020).
Menyadur The Stars, Kamis (6/8/2020), Kapolsek Serdang ACP Ismadi Borhan menduga pilot berusia 35 tahun itu nekat mengakhiri hidup karena stres.
Pemeriksaan polisi tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan yang bisa menuntun peristiwa ini menjadi kasus pembunuhan.
"Pemeriksaan polisi di sekitar daerah itu tidak menemukan elemen yang mencurigakan atau permainan curang," kata Ismadi Borhan.
Dari kesaksian tetangganya, pilot yang tidak disebutkan namanya itu telah dipecat dari pekerjaan sejak dua bulan lalu.
Tekanan hidup, apalagi di tengah pandemi virus Corona diduga menjadi motif sang pilot nekat mengakhiri hidupnya.
Belum diketahui penyebab sang pilot dipecat oleh maskapai penerbangan yang menaunginya.
Yang jelas, bisnis penerbangan kekinian tengah dalam masa sulit akibat pademi Covid-19.
Kendati dugaan awal menunjukkan kasus itu sebagai tindakan bunuh diri, Ismadi menyebut, pihak kepolisian akan menyelidiki lebih lanjut.
Baca Juga: Perempuan Bunuh Diri di Medan, Stres karena Positif Covid-19
Berita Terkait
-
Coba Bunuh Diri, Clara Gopa Dicurigai Idap Bipolar
-
Kondisi Terkini Clara Gopa Setelah Upaya Percobaan Bunuh Diri
-
Dibully karena Atta Halilintar, Clara Gopa Bunuh Diri dengan Silet
-
Tergantung Sarung, Pria Gunungkidul Ditemukan Tewas di Pohon Kleresede
-
Lapar saat Gowes, Pemuda Asal Masuk Rumah Orang Minta Makan, Dikira Warung
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tak Bisa Lagi Sembarangan, RUU PPRT Bakal Atur Perusahaan Berbadan Hukum yang Boleh Salurkan PRT
-
Kejagung Periksa Kasi Intel Bea Cukai Aceh Terkait Dugaan Korupsi Ekspor POME
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas