Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha cukup sukses mencuri perhatian publik melalui pernyataan siap maju menjadi calon presiden pada pemilu 2024.
Soal apakah Giring benar-benar mau bertarung memperebutkan kursi R1 atau tidak, cuma dia dan PSI yang paling tahu.
Sebelum Giring merilis pernyataannya ke media sosial, baliho bergambar Giring dengan narasi siap maju ke pemilu 2024 sudah lebih dulu viral.
Pengamat politik Denny Siregar ingin memastikan keseriusan mantan anak band Nidji itu untuk maju. Entah Denny Siregar sebenarnya sedang bercanda atau serius, dia menyebutkan sejumlah tokoh yang kemungkinan akan menjadi lawan Giring.
"Nemu ginian. Serius nih bro @Giring_Ganesha? Apa bisa lawan @aniesbaswedan? Atau @RamliRizal?" katanya.
Kemarin, rilis hasil survei yang dilakukan lembaga Indonesia Elections and Strategic Research. Survei menunjukkan elektabilitas Giring sekarang sudah masuk 10 besar.
Posisi Giring jauh dibawah Anies. Tetapi Giring dalam survei itu mengalahkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.
Lantas Denny Siregar menyindir Anies lagi agar hati-hati karena Giring mulai membayangi. Dia juga menyinggung Rizal Ramli yang tidak masuk dalam survei itu.
"Wah, ternyata @Giring_Ganesha masuk 10 besar nih, diatas @mohmahfudmd. Bro @aniesbaswedan harus mulai hati-hati... "Trus, @RamliRizal gimana kansnya, bang ?" "Siapa ??"
Prabowo teratas
Hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Elections and Strategic Research menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tertinggi, sementara Giring masuk 10 besar.
"Dalam pertanyaan terbuka, sebanyak 0,9 persen responden menjagokan Giring Ganesha yang merupakan Plt ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai capres," kata Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers.
Menurut dia hal itu mengejutkan karena muncul nama pendatang baru Giring Ganesha sebagai capres dari kalangan anak muda.
Musisi band yang memutuskan terjun ke dunia politik itu telah mendeklarasikan diri untuk maju dalam pemilihan presiden 2024.
Sebagai catatan, pertanyaan terbuka berarti responden bebas menyebutkan nama capres tanpa ditunjukkan daftar berisikan nama-nama seperti dalam pertanyaan tertutup.
Berita Terkait
-
Daftar 7 Pejabat DKI Jakarta Anak Buah Anies Baswedan Positif Corona
-
Resmi! Hari Ini Anies Perpanjang PSBB Transisi untuk Kelima Kalinya
-
Positif Corona, Suzi Sempat Rapat di Balai Kota, Pejabat Berisiko Dites
-
Dukung Pembukaan Bioskop di DKI Jakarta, Gerindra: Kontribusinya Besar
-
Anies Minta Jalan Tol Jadi Jalur Sepeda, PKS: Cuma Bikin Goweser Oleng
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan