Suara.com - Seorang wanita hamil di Brasil ditemukan tewas dengan luka di bagian perut dan bayinya hilang dicuri oleh temannya sendiri.
Menyadur The Sun, Rabu (2/9/2020), Flavia Godinho Mafra, ditemukan tewas oleh suaminya sendiri di sebuah rumah di Santa Catarina, Brasil Jumat lalu.
Awalnya ibu muda berusia 24 tersebut diajak oleh seorang temannya untuk mengadakan baby shower untuk menyambut kelahiran anaknya di sebuah rumah di Santa Catarina.
Namun ternyata acara tersebut hanya akal-akalan untuk menjebak Flavia.
Sesampainya di tempat tersebut, kepala Flavia dipukul dengan batu bata dan menyayat perut Flavia untuk mengambil bayinya.
Pasangan itu kemudian membawa bayi yang diperkirakan berusia 36 minggu dalam kandungan ke rumah sakit setempat tempat mereka ditangkap.
Flavia ditemukan oleh suaminya sendiri dengan bekas luka di bagian leher dan sayatan di perut, serta menemukan bahwa bayinya sudah tidak ada.
Menurut keterangan polisi, teman Flavia tersebut mengaku menyerang Flavia dengan batu bata untuk membunuhnya dan mencuri bayinya.
Polisi mengatakan temannya itu mengaku mengalami keguguran tahun lalu, dan menjadi terobsesi untuk mencuri seorang bayi.
Baca Juga: Usai Ayah dan Ibu, Kini Anak Presiden Brasil Positif Virus Corona
Menurut kantor berita lokal NSC Total, bayi perempuan itu kini berada di Rumah Sakit Anak Florianopolis, untuk perawatan medis dan dalam keadaan baik-baik saja.
Pihak berwenang akan melakukan otopsi untuk memastikan apakah bayi tersebut diambil dari ibunya sebelum atau setelah dia dibunuh.
Brasil merupakan salah satu negara yang mendapatkan cap sebagai salah satu negara dengan kasus pembunuhan yang tidak sedikit.
Dikutip dari Daily Mail, pada tahun 2018, sebelum pandemi Covid-19 menyerang, tercatat 63.380 orang menjadi korban pembunuhan atau meningkat 3,9 persen dari tahun sebelumnya, data dari Forum Keamanan Publik Brasil (BFPS).
Angka kasus perkosaan juga meningkat menjadi 60.018 kasus tahun 2018 atau naik 8 persen dari tahun sebelumnya.
Jika diambil rata-rata, pada 2017 angka pembunuhan di Brasil tercatat 30,8 untuk tiap 100.000 penduduk, naik dari 29,9 pada 2016.
Penyebab terjadinya pembunuhan tersebut karena kekerasan antarkelompok yang semakin marak dan kondisi kekacauan politik pada tahun tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes
-
'Kalau Cemas Mending Berbenah!' PSI Semprot Balik PDIP Soal Dukungan Prabowo-Gibran Dua Periode
-
Prabowo Sentil Penolak MBG, Pakar Pertanyakan Apakah Betul Menyasar Anak Kelaparan?
-
Dua Gempa Besar Hantam Venezuela dalam 39 Detik: Mengapa Negara Itu Rawan Terhadap Gempa?
-
Khawatir Cucu Diintai, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Minta LPSK Lindungi Keluarganya
-
Hasto Singgung Mahasiswa UBK dan Gibran saat Menjawab Tuduhan PDIP Dalang Demo
-
Cuma di Indonesia TNI Turun ke Sawah, DPR Bela Prabowo: Tentu Jadi Kebanggaan
-
Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Siap Gelar MPLS Serentak Mulai 14 Juli 2026
-
Banten Media Hub 2026 Dorong Keberlanjutan Media Lokal di Tengah Perubahan Digital
-
Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC