Suara.com - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson membuat akun 'profesional' LinkedIn yang membuat banyak orang bertanya-tanya tentang maksud dan tujuannya.
Menyadur Metro pada Rabu (02/09/2020), Boris mengatakan akun LinkedIn itu dibuat untuk kebutuhan profesional karena ia harus terhubung langsung dengan para pengusaha.
Downing Street juga membenarkan hal itu. Mereka mengatakan, penting bagi Boris Johnson untuk terlibat langsung dengan kalangan bisnis dan pekerja demi pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona.
"Anda bisa melihat campuran konten tertulis dan video dari PM yang akan mempromosikan bisnis Inggris, pekerjaan dan pengumuman ekonomi," jelas pernyataan dari juru bicara resmi PM Inggris.
"Dan juga (akun LinkedIn) merinci beberapa kunjungan dan keterlibatan PM dengan bisnis," lanjut juru bicara yang sama sembari menyebut pemimpin lainnya yang memiliki akun LinkedIn.
"Saya pikir sejumlah pemimpin lain juga ada di LinkedIn saat ini - saya pikir Presiden [Prancis] (Emmanuel) Macron dan Perdana Menteri [Kanada] (Justin) Trudeau, misalnya. Mantan PM Inggris David Cameron juga ada di LinkedIn.
Akun LinkedIn Boris Johnson ini cukup menyita perhatian karena muncul bertepatan dengan isu dirinya yang akan mundur sebagai Perdana Menteri Inggris.
Pekan lalu, Sir Humphry Wakefield mengatakan bahwa Boris Johnson sedang dalam proses keluar dari posisi perdana menteri karena memiliki masalah kesehatan setelah sembuh dari Covid-19, menurut The Times.
Namun, Boris Johnson membantah dan berkata "Jika ada, jauh lebih baik karena saya telah menurunkan berat badan. "Tidak cukup, tapi aku telah kehilangan setidaknya satu setengah pon."
Baca Juga: Wadidaw, LinkedIn Dituduh Memata-Matai Pengguna Apple
"Saya hanya ingin memberi tahu Anda bahwa saya sekarang ada di LinkedIn. Bisnis dari semua ukuran sangat penting bagi negara ini dan saya ingin terhubung lebih langsung dengan Anda saat kami membangun kembali dengan lebih baik," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang
-
Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang
-
Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich
-
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi
-
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
-
Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat
-
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
-
Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka
-
Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi
-
Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029