Suara.com - Misteri kasus kematian balita warga negara asing alias WNA berinisial SHM (5) di Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat akhirnya terkuak.
Penyebab balita nahas itu tewas karena dibunuh ibu kandungnya sendiri berinisial ML (29).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa korban tinggal bersama pelaku. Sedangkan bapaknya berinisial H yang merupakan WNA Maroko tinggal di Belanda.
"Pelaku adalah istri ketiga dari suaminya di Belanda," kata Yusri saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (7/9/2020).
Yusri mengemukakan, dari hasil visum ditemukan luka gigitan dan memar di sekujur tubuh korban. Adapun, penyebab kematian korban diduga akibat luka benturan benda tumpul di belakang kepala.
"Kondisi lebam yang diderita oleh korban, termasuk gigitan, benturan benda tumpul di bagian belakang kepala menjadi penyebab kematian," ungkap Yusri.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar.
Penghuni Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat sebelumnya digemparkan dengan penemuan sesosok mayat wanita berusia lima tahun pada Rabu (3/9/2020) petang.
Dikutip dari Antara, identitas mayat tersebut berinisial SHM. Saat kali pertama ditemukan, terdapat luka lebam di tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung ketika itu menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Baca Juga: Tubuh Luka Lebam, WNA Balita Ditemukan Tewas di Apartemen Tanah Abang
"Iya ada (penemuan) mayat (di Tanah Abang), kami masih lakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Tahan saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (9/3).
Menurutnya, kasus penemuan mayat balita itu kini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.
Sejak ditemukan tak bernyawa, petugas telah mengevakuasi mayat korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diautopsi.
Berita Terkait
-
Bengisnya Ibu Tiri di Bandung: Sari Mulyani Tersangka, Autopsi Ungkap Siksaan Sadis pada Balita
-
Tragis! Balita Dibunuh Ayah Tiri, Dianiaya hingga Kejang-kejang usai Ditinggal Ibunya Ngecas HP
-
Sadis! Balita Kakak-Beradik di Samarinda Tewas, Kain Sarung dan Prilaku Aneh Sang Ayah jadi Misteri
-
Polisi Ogah Nikahi Cewek usai Dihamili, Aksi Keji Brigadir Ade Kurniawan Cekik Bayinya sampai Mati
-
Sadis! Bunuh Bayinya Pakai Toples, Begini Pengakuan Sang Ibu
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar