Suara.com - Kapasitas tes corona DKI Jakarta diklaim telah memenuhi kapasitas hingga lima kali lipat dari standar organisasi kesehatan dunia atau WHO. Jumlah ini berbeda jauh dari pada daerah lain khususnya kawasan penyangga sekitar ibu kota seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seharusnya semua daerah, tidak hanya Jakarta dan sekitarnya, memiliki kemampuan tes corona yang memadai. Pasalnya Covid-19 saat ini sudah menjadi wabah yang melanda semua wilayah Indonesia.
"Kita berharap bahwa seluruh wilayah bukan hanya Jabodetabek karena kalau berbicara wabah ini ya semua wilayah yang di situ terjadi wabah, maka mau tidak mau harus digenjot (kapasitas tesnya)," ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (7/9/2020).
Selain itu, kata Anies, peningkatan kapasitas tes ini sudah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo. Setiap daerah seharusnya bisa memiliki kapasitas tes agar bisa melihat kondisi wabah corona dan mencegah penularan dengan cepat.
"Kita berharap kemampuan testing ditingkatkan sesuai dengan instruksi Presiden," tuturnya.
Jika tak dilaksanakan, penularan corona disinyalir akan terus bertambah karena mobilitas warga yang datang ke Jakarta dari daerah lain cukup tinggi. Ia menyebut nantinya angka corona malah terus tinggi karena penambahan dari daerah lain.
"Kami harap yang lain juga laksanakan agar tidak pingpong nih. Kita mencoba menekan tapi bolak-balik ada yang menekan," pungkasnya.
Diketahui, jumlah pasien positif terjangkit Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga Senin (7/9/2020) ini, hampir ribuan orang dinyatakan terjangkit virus yang ditemukan di China ini.
Dalam waktu 24 jam, dilaporkan 1.105 orang kembali dilaporkan positif terjangkit virus corona. Angka tertinggi pasien corona sendiri sudah belakangan ini selalu berada di kisaran 800-1000 orang dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Update 7 September: Tambah 1105 Pasien, Positif Covid DKI Jadi 47.796 Orang
Dengan demikian, total akumulasi seluruh pasien positif berjumlah 47.796 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.
Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.
Berdasarkan laman tersebut, 35.431 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah 693 orang sejak Minggu (6/9/2020).
Sementara, 1.318 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Pasien wafat bertambah 29 orang sejak kemarin.
Berita Terkait
-
Gereja Berusia 1.100 Tahun Gelar Misa di Tengah Pandemi
-
Update 7 September: Tambah 1105 Pasien, Positif Covid DKI Jadi 47.796 Orang
-
DPRD DKI Ngomel Hasil Reses Tidak Diakomodir, Anies: Nanti Dikerjakan
-
Ternyata, Ada Tiga Bakal Cabup di Pilkada Sumbar Positif Covid-19
-
Ahli Sebut VIrus Corona Melemah dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar
-
Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz
-
Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
-
Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?
-
Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin
-
Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'