Suara.com - Seorang turis asal Prancis dijatuhi hukuman denda 1.000 euro (Rp 17,4 juta) setelah mencoba membawa pasir dari sebuah pantai di Sardinia, Italia.
Menyadur CNN, Rabu (9/9/2020), turis asal Prancis tersebut membawa pasir putih dari sebuah pulau yang dilindungi di Sardinia, Italia.
Pria yang tidak disebutkan namanya itu ditangkap di Bandara Cagliari Elmas pada 1 September setelah ia ditemukan memiliki botol berisi pasir seberat 4,4 pon (1,9 kg).
"Botol itu disita dan sekarang berada di ruang operasi kami tempat kami menyimpan barang-barang yang disita." ujar juru bicara penjaga pantai tersebut kepada CNN.
"Pada akhir tahun kami biasanya memiliki banyak botol pasir yang terkumpul." sambungnya.
Pada 2017, peraturan daerah diberlakukan yang melarang pengambilan pasir dari pantai Sardinia.
Denda berkisar antara 500 - 3.000 euro (Rp 8,7 - Rp 52,4 juta), tergantung pada jumlah yang diambil dan dari mana ia dikeluarkan, menurut juru bicara tersebut.
Aturan itu diberlakukan karena semakin sering pasir di pantai tersebut diambil dan semakin bermasalah.
Pantai dengan pasir yang dianggap memiliki warna yang dianggap luar biasa, merah jambu atau sangat putih menjadi sasaran khusus, tambah juru bicara itu.
Baca Juga: Hasil UEFA Nations League: Italia Tundukkan Tuan Rumah Belanda 1-0
"Tahun lalu kami menemukan situs yang menjual pasir kami sebagai oleh-oleh. Ini menjadi fenomena yang sangat terkenal di Eropa," katanya.
Selama tiga tahun terakhir, kontrol atas pengambilan pasir tersebut menjadi jauh lebih ketat.
"Sanksi jauh lebih serius - kami bekerjasama dengan polisi dan mereka memperingatkan kami." ujar juru bicara.
Anggota masyarakat juga menghubungi pihak berwenang jika melihat turis membawa pasir dari pantai tersebut.
Tahun lalu, polisi menyita 88 pon (39,9 kg) pasir dari sepasang turis Prancis yang mengunjungi pulau itu.
Seorang penduduk Inggris didenda lebih dari 1.000 dolar (Rp 14,8 juta) pada tahun 2018, ketika pihak berwenang menemukan pasir yang diambil dari pantai dekat kota utara Olbia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital
-
Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Kado HUT Bhayangkara ke-80, Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi