Suara.com - Ledakan virus corona yang terjadi sejak akhir tahun 2019 telah mengubah tatanan banyak bidang secara global. Bahkan beberapa negara menunda pemilu di masa pandemi Covid-19.
Pasalnya virus ini telah mewabah sampai ke seluruh dunia sehingga WHO pun menyatakan virus corona sebagai pandemi global. Kasus kematian terus melonjak dan dampak virus di berbagai bidang amat terasa, termasuk di dunia politik.
Salah satu agenda politik yang terdampak ialah rencana pemilu 2020 di beberapa negara. Ada negara menunda dan melanjutkan pemilu di masa pandemi corona ini. Berikut ini daftar negara menunda pemilu dan negara yang melanjutkan pemilu di masa pandemi Covid-19.
Negara Menunda Pemilu 2020 di Masa Pandemi Covid-19
Selandia Baru menjadi salah satu negara yang menunda pemilu. Semula Selandia Baru akan melaksanakan pemilu pada 19 September 2020. Meskipun pembatasan gerakan telah disebut sejak Senin, 21/9/2020. Perdana Menteri Selandia Baru Ardern tetap akan menunda pemilu. Menurutnya negaranya tetap memerlukan persiapan yang lebih baik. Hal itu bisa dicapai di kemudian hari ketika masa pandemi benar-benar sudah terkendali sepenuhnya.
2. Hong Kong
Pemerintah Hong Kong menunda pemilu di masa pandemi karena khawatir akan menciptakan cluster baru bila tetap dipaksakan. Pemilu yang sebelumnya dijadwalkan September 2020 telah resmi ditunda mengingat jumlah pemilih terdaftar di Hong Kong sebanyak 4,4 juta. Hal ini dianggap berpotensi menciptakan pertemuan skala besar dan berpotensi meningkatkan risiko penyebaran virus corona.
Negara yang Melanjutkan Pemilu di Masa Pandemi Covid-19
Baca Juga: Mendagri Tito Minta Camat di Daerah Zona Hijau Covid-19 Jangan Terlena
1. Bolivia
Virus corona sempat membuat negara Bolivia ini menunda pemilu dua kali. Akan tetapi rencana pemilu telah dirancang kembali dan dijadwalkan pelaksanaannya pada 18 Oktober 2020. Kemudian putaran kedua dilaksanakan pada 29 November 2020. Saat ini kasus infeksi virus corona di Bolivia sudah mengalami penurunan.
Korea Selatan dilaporkan menjadi negara yang sukses mengontrol penyebaran virus corona. Mengenai pemilu, Korea Selatan tidak menundanya. Pemilu telah dilaksanakan sejak pertengahan April 2020.
Pemilu di Korea Selatan dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Pemilih wajib memakai masker, sarung tangan, menggunakan disinfektan dan menjaga jarak di lokasi pemungutan suara.
Penyelenggara pemilu juga menyediakan bilik khusus untuk pemilih yang diketahui memiliki suhu tubuh 37,5 derajat celcius. Pemilu di Korea Selatan didukung oleh para pemilih sehingga pelaksanaan demokrasi di sana berjalan lancar.
3. Singapura
Singapura juga menjadi negara yang tetap melaksanakan pemilu di masa pandemi corona. Pemilu telah diselenggarakan sejak Juli 2020. Pelaksanaan ini menimbulkan kasus baru pasien covid-19 di negara tersebut. Menteri Kesehatan Singapura melaporkan terjadi 191 kasus baru pasca pemilu.
Demikian data dan keadaan negara yang menunda dan melanjutkan pemilu di masa pandemi corona. Saat ini pemilu di Indonesia juga sedang dalam pertimbangan yang matang untuk ditunda atau dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!