Suara.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI belum lama ini melakukan terobosan baru dengan meluncurkan program Eazy Passport. Cara membuat Eazy Passport juga mudah dan praktis.
Layanan Eazy Passport ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat yang ingin membuat paspor di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, dengan program Eazy Passport, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Imigrasi untuk melakukan permohonan paspor. Berikut ini cara membuat Eazy Passport, tapi sebelumnya ketahui dulu yuk apa itu Eazy Passport.
Oya, simak juga 'Cara Membuat Paspor Online via Aplikasi' ya!
Apa itu Eazy Passport?
Eazy Passport adalah program pelayanan paspor secara kolektif yang dilaksanakan di luar kantor imigrasi, yakni di lokasi pemohon layanan menggunakan unit paspor mobile. Secara kolektif dalam hal ini merujuk pada layanan Eazy Passport yang melayani minimal 50 (lima puluh) pemohon/hari.
Dalam pelaksanaannya, petugas Imigrasi akan mendatangi lokasi pemohon, baik di perkantoran, sekolah, kampus, bahkan perumahan sekalipun. Nantinya, seluruh proses permohonan paspor, dimulai dari penyerahan dan pemeriksaan berkas persyaratan, wawancara, serta pengambilan foto dan sidik jari akan dilakukan di lokasi tersebut.
Cara Membuat Eazy Passport
Apabila Anda tertarik untuk menggunakan layanan Eazy Passport, simak langkah-langkah membuat Eazy Passport berikut:
- Hubungi Kantor Imigrasi terdekat di daerah Anda.
- Ajukan permohonan pelayanan Eazy Passport ke Kantor Imigrasi tersebut melalui surat permohonan dari pimpinan atau perwakilan.
- Setelah mengajukan permohonan, jadwal layanan selanjutnya akan ditentukan oleh Kantor Imigrasi setempat dan dilayani di hari kerja (pukul 08.00 s/d 16.00 waktu setempat) atau di luar jam kerja/hari kerja.
- Setelah jadwal ditentukan, petugas Kantor Imigrasi akan mendatangi lokasi layanan yang sudah ditentukan untuk melaksanakan proses permohonan paspor, mulai dari penyerahan berkas hingga perekaman sidik jari.
- Proses penyelesaian paspor membutuhkan waktu selama 4 (empat) hari kerja setelah pemohon melakukan pembayaran PNBP sesuai jenis paspor yang dipilih. Jangan khawatir, tarif PNBP untuk layanan Eazy Passport ini sama dengan tarif PNBP pembuatan paspor pada umumnya.
- Anda dapat diberikan percepatan proses penyelesaian paspor di hari yang sama apabila pembayaran PNBP dilakukan sebelum pukul 13.00 waktu setempat.
- Anda dapat mengambil paspor yang sudah selesai dicetak dengan datang langsung ke Kantor Imigrasi setempat, diambilkan oleh perwakilan dengan surat kuasa, atau dapat pula dikirim melalui jasa PT. Pos Indonesia.
Itu dia cara membuat Eazy Passport. Perlu Anda ketahui, layanan ini berlaku di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia. Selain itu, rangkaian proses ini akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selamat mengakses kemudahan pembuatan paspor!
Baca Juga: 7 Cara FYP di TikTok Agar Menjadi Trending
Kontributor : Theresia Simbolon
Berita Terkait
-
Tak Mau Sia-siakan Talenta, Diaspora Diizinkan Miliki Double Paspor
-
Imigrasi Catat PNBP Rp6,54 Triliun Hingga Agustus 2026, Naik 6,68 Persen
-
KPK Bidik Aliran Uang di Kasus Imigrasi, SGD 8.500 Disita dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel
-
Geledah Kantor Imigrasi Jakpus dan Jaksel, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura Terkait Kasus Silmy Karim
-
Kasus Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Pusat
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik