Suara.com - Beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi pada November lalu dilanda banjir bandang. Bajir tersebut disebabkan meluapnya aliran sungai di Kaki Gunung Salak ini.
Banjir tersebut tidak hanya merusak merusak ratusan rumah warga, tetapi juga ikut merendam ratusan hektar lahan pertanian dan mengakibatkan lumpuhnya aktivitas petani, salah satunya petani di Kecamatan Cicurug, Sukabumi.
Saat mengunjungi lahan tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan setidaknya ada tiga agenda yang secara konkret akan dilakukan pihaknya bersama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi lahan pertanian terdampak banjir yang mengakibatkam puso di lebih dari 100 hektar lahan pertanian yang terletak di Kecamatan Cicurug.
“Agenda yang darurat, kita harus segera bersihkan lahan pertanian yang terdampak, kita perbaiki pematangnya, agenda kedua kita dorong agar petani dapat segera tanam, kita dukung dengan sarana produksi yang memadai, benih, pupuk dan alsintan” ucap Syahrul saat berbincang degan petani korban banjir di Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug - Sukabumi.
Agenda konkrit berikutnya lanjut Syahrul, adalah memperbaiki irigasi yang rusak, bahkan dalam jangka panjang ia harapkan para petani di wilayah tersebut dapat segera bangkit, dan membentuk korporasi pertani agar usaha tani dapat berjalan maksimal dan kesejahteraan petani meningkat.
“Baru nanti agenda menengahnya kita perbaiki dulu irigasi - irigasi, kita sikapi ini sampai dengan tiga bulan kedepan. Dalam jangka panjang kita dorong korporasi petani, semoga perbaikan - perbaikan ini dapat memberi dampak lebih bagi petani” terang Syahrul.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, untuk Kecamatan Cicurug, setidaknya terdapat 109 ha lahan sawah yang perlu untuk direvitalisasi, dengan 104 ha lahan diantaranya terdampak puso, dari hasil rekapitulasi Dinas setempat, dibutuhkan bantuan pasca banjir berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pipanisasi, pompanisasi dan dam parit.
Sementara itu, salah satu petani di Kecamatan Cicurug, Asep Asyaro, yang juga Ketua Kelompok Tani Harapan Maju, menyambut baik kehadiran dan bantuan yang diberikan Mentan SYL, ia mengatakan banyak areal sawah diwilayahnya yang tertutup bongkahan batu dan pasir yang terbawa akibat banjir bandang yang cukup besar.
“Kami sangat berterimakasih atas bantuan dan kehadiran pak Menteri, semoga kami bisa segera melakukan aktivitas bertani kembali, karena pasca banjir ini, areal sawah kami tidak hanya dipenuhi pasir, tapi bebatuan, dikesempatan ini kami juga mohon agar bisa dibantu pupuk pak” ungkap Asep.
Berita Terkait
-
Mentan Perkuat Akselerasi Hulu hingga Hilir di Sukabumi
-
Kementan : Ini Kunci Sukses Jalankan Food Estate
-
Ikut Asuransi Usaha Tani Padi, Petani di Sumbawa Barat Dipastikan Tak Rugi
-
Lumbung Padi di Kalteng Jadi Lahan Percontohan dengan Teknologi Modern
-
Pastikan Proyek Lumbung Pangan Dimulai, Presiden Jokowi Kunjungi Kalteng
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi