Suara.com - Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Unpad, Muradi angkat bicara terkait adannya kelompok penyuka sesama jenis di internal TNI.
Terkait hal itu, dia menyarankan agar TNI untuk lebih terbuka terhadap orientasi seksual prajuritnya.
Muradi mengatakan selama ini TNI bersikap tegas terhadap calon anggotanya terkait orientasi seksual. Bahkan sebelum diterima, mereka harus meneken perjanjian untuk tidak menyimpang dari orientasi seksualnya.
"Jadi ketika mereka ternyata menyimpang, maka kemudian ya mereka harus ada konsekuensi. Bisa dipecat dan sebagainya, karena dianggap apa? Tidak taat pada perjanjian awal," kata Muradi saat dihubungi, Jumat (16/10/2020).
Anggota militer dengan orientasi seksual tidak pada umumnya itu lumrah di beberapa negara. Sebab, mereka lebih terbuka menerima anggota dengan orientasi seksual yang dimilikinya.
Menurut Muradi, tidak ada salahnya apabila TNI mulai mengikuti negara-negara lainnya untuk lebih menerima beragam orientasi seksual seperti LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).
"Cuma ke depan, kami bicara ke depan ya boleh ya, ke depan itu TNI harus pertimbangkan soal orientasi kelamin ini. Tidak hanya dua, bisa tiga, bisa empat, bisa lima," ujarnya.
Setidaknya Muradi melihat ada alasan mengapa TNI harus mempertimbangkan itu. Alasan pertama ialah model peperangan saat ini yang sudah tidak lagi konvesional bahkan sudah masuk ke dunia siber.
Sehingga orientasi seksual berbeda tidak bisa menghalangi kemampuan seseorang yang mungkin tidak dimiliki oleh seseorang dengan orientasi seksual normal.
Baca Juga: 4 Fakta Cinta Terlarang Prajurit TNI Homoseksual Praka P dan Pratu M
"Nah itu butuh keahlian khusus dan biasanya orang normal belum tentu punya keahlian khusus," ungkapnya.
Dengan begitu, Muradi mengatakan kalau TNI pun bisa melakukan rekrutmen terbuka bagi calon-calon yang memiliki kemampuan mumpuni meskipun orientasi seksualnya berbeda.
Ia menyadari kalau Indonesia masih belum terlalu terbuka dengan kelompok LGBT. Tetapi hal tersebut bisa saja terjadi pada puluhan tahun mendatang.
"Saya kira ke depan tentara kita juga bisa kemudian apa istilahnya melakukan rekruitmen yang terbuka," tuturnya.
"Jadi mereka walau tidak legal secara agama, tapi secara normatif orang normal saja bahwa LGBT bagian dari given dari atas (pemberian dari Tuhan) bukan karena sesuatu yang sifatnya maunya saya."
LGBT di TNI
Berita Terkait
-
Viral Pemilik Brand Lokal ini Tolak Kerja Sama dengan LGBT, Tapi Malah Diserang
-
Tuai Pro Kontra, Begini Kronologi Batalnya Meet & Greet Kakak Itwill di 6 Kota
-
Tuai Kecaman dan Ancaman, Kakak Itwill Batalkan Acara Study Tour di 6 Kota
-
Siapa Erlyanie Owner B Erl Cosmetics yang Tolak Endorse Model LGBT? Ini Profilnya
-
Langkah Berani Girl Group Indonesia, No Na Terang-terangan Dukung LGBT
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu