Suara.com - Hasil survei Lembaga survei Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) menunjukkan, 64,7 persen koresponden menganggap covid-19 saat ini lebih mengancam dibandingkan enam bulan lalu.
Manager Riset Lembaga Survei KedaiKopi Justito Adiprasetio mengatakan, survei dilakukan terhadap 803 pekerja kantoran di Jakarta pada 8 sampai 10 Oktober 2020.
"Terkait pemahaman risiko yang menganggap hari ini covid-19 lebih mengancam dibanding enam bulan lalu sebanyak 64,7 persen," ujar Justito dalam diskusi polemik "Yakin dengan vaksin", Sabtu (17/10/2020).
Kemudian 35,3 persen menganggap Covid-19 saat ini tidak mengancam.
"Sementara itu yang merasa covid-19 saat ini tidak mengancam sebesar 35,3 persen. Jadi masih ada yang menganggap Covid-19 biasa-biasa saja," kata dia.
Tak hanya itu, Justito menyebut sebanyak 59,7 persen responden mengetahui keberadaan pengembangan vaksin merah putih.
Namun, sebanyak 40,3 persen responden kata Justito tak mengetahui keberadaan pengembangan vaksin merah putih.
"Responden 59,7 persen yang mengetahui keberadaan pengembangan vaksin merah putih tapi ada 40,3 persen responden yang tak mengetahui keberadaan vaksin merah putih ini," tutur Justito.
Lebih lanjut, Justito menuturkan bahwa sebanyak 70,7 persen optimis terhadap vaksin Covid-19. Sementara itu 29,3 persen responden menyatakan tidak optimis terhadap vaksin.
Baca Juga: Digerebek Polisi, Pesta Pernikahan Berujung Rusuh, Mendagri Turun Tangan
"Kesimpulannya angkanya bisa dibilang optimis, tapi nggak tinggi tinggi banget, tapi tidak bisa pula dibilang rendah," katanya.
Berita Terkait
-
Digerebek Polisi, Pesta Pernikahan Berujung Rusuh, Mendagri Turun Tangan
-
Lalu Lintas Perairan Hong Kong Sepi, Lumba-lumba Pink Langka Terlihat Lagi
-
Selidiki Penanganan Pandemi, Polisi Grebek Rumah Sejumlah Pejabat Prancis
-
Selama Pandemi Covid-19, Ramai Orang Tambah Penghasilan Jadi Reseller
-
Muncul Klaster Covid-19 Baru di China, Qingdao Hukum Dua Pejabat
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'