Suara.com - Kawanan lumba-lumba berwarna merah muda terlihat berenang di perairan Hong Kong yang sepi dari kapal feri akibat pembatasan pandemi virus corona.
Menyadur Channel News Asia, Jumat (16/10/2020), mamalia yang termasuk dalam spesies terancam punah ini menampakan diri di Delta Sungai Pearl, untuk berburu makanan.
Salah satu ahli konservasi Hong Kong, Naomi Brennan, menyaksikan sekumpulan hewan itu berenang di perairan yang kini sepi dari aktivitas kapal dan manusia.
"Hari ini kami menemukan tiga kelompok lumba-lumba yang berbeda, enam dewasa dan dua sub-dewasa," ujar Brennan.
Menurut Brennan, mamalia merah muda ini tengah melakukan beragam aktivitas di perairan Sungai Pearl, termasuk mencari makan, bepergian dan bersosialisasi.
Penangguhan aktivitas kapal feri di perairan Hong Kong dan Macau dinilai memicu lumba-lumba ini kembali terlihat. Para peneiliti menyebut pandemi berkemungkinan menaikkan populasi mamalia ini.
Selama 15 tahun terakhir, populasi lumba-lumba di perairan Hong Kong disebutkan turun sekitar 70 hingga 80 persen, membuat para peneliti khawatir tentang kelangsungan hidup mamalia ini.
Pandemi, walau bagaimana pun, membuat jumlah lumba-lumba di Hong Kong meningkat. Mereka disebutkan telah beradaptasi dengan "ketenangan yang belum pernah tejadi sebelumnya".
"Kami melihat ukuran kelompok yang jauh lebih besar serta perilaku kawin yang lebih bersosialisasi, yang tidak pernah kami lihat selama lima tahun terakhir," kata Lindsay Porter, ahli kelautan yang berbasis di Hong Kong.
Baca Juga: Selidiki Penanganan Pandemi, Polisi Grebek Rumah Sejumlah Pejabat Prancis
Delta Sungai Pearl merupakan salah satu daerah pesisir tersibuk di dunia yang merupakan rumah bagi sekitar 22 juta orang.
Menurut WWF, diperkirakan hanya ada 2.000 lumba-lumba merah muda tersisa di Delta Sungai Mutiara, jumlah minimum yang diyakini para konservasionis diperlukan untuk mempertahankan spesies tersebut.
Ada kekhawatiran besar terkait kemungkinan lumba-lumba delta itu akan punah dengan jumlah populasi yang tersisa.
"Lumba-lumba, dan terutama lumba-lumba muara ini, memiliki tingkat kelahiran yang lambat, tingkat pertumbuhan yang lambat, tingkat reproduksi yang lambat," kata Laurence McCook, Kepala Konservasi Laut di WWF-Hong Kong.
Para konservasionis disebutkan sedang berkampanye untuk memperluas taman laut yang ada, guna melindungi spesies yang rentan dengan lebih baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi