Suara.com - Wali kota Kopenhagen mengundurkan diri setelah tersandung kasus pelecehan seksual terhadap seorang perempuan selama pertemuan sosial.
Menyadur ABC News, Selasa (20/10/2020), Frank Jensen telah menjabat sebagai wali kota selama 11 tahun dan merupakan wakil pemimpin Partai Sosial Demokrat.
Jensen secara terbuka, meminta maaf atas pelecehan seksual yang ia lakukan dan menyebut juga akan mundur dari Partai Sosial Demokrat.
"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai wali kota, sehingga partai saya memiliki banyak waktu unutk menemukan pengganti saya menjelang pemilihan berikutnya," ujar Jensen.
Pengunduruan diri Jensen terjadi setelah dua perempuan, salah satunya bekerja di Partai Sosial Demokrat, menyebut mereka dilecehkan secara seksual pada 2012 dan 2017.
Dalam konferensi pers, Jensen mentakan keputusannya mundur adalah sepenuhnya keinginan dirinya, bukan mendapatkan paksaan dari pihak lain.
Pria berusia 59 tahun itu mengatakan merasa cukup tertekan dalam beberapa hari terakhir.
Pada Minggu (18/10), Jensen disebutkan masih mendapatkan dukungan dari partai sehingga tetap yakin untuk melanjutkan tugasnya sebagai wali kota.
Tapi esoknya, Pedana Menteri Denmark Mette Frederiksesn, pemimpin Sosial Demokrat mengatakan partainya berubah haluan.
Baca Juga: Pengakuan Nenek Kemaluannya Dielus Kuli Panggul: Dia Pegang, Langsung Kabur
"Jelas bahwa kami di Sosial Demokrat memiliki masalah. Itu perlu diubah sekarang," kata Mette.
Jensen, telah berkecimpung dalam politik selama lebih dari 30 tahun. Ia pernah menjabat sebagai menteri kehakiman dan menteri penelitian pada 1990-an dan awal 2000-an.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan