Pemimpin kanan-tengah, yang peringkat popularitasnya merosot ke rekor terendah selama kerusuhan dan tetap lesu, berbicara kepada mereka yang ingin mempertahankan konstitusi saat ini karena menjadikan Chili salah satu kisah sukses ekonomi Amerika Latin.
Dia mengatakan bahwa draf konstitusi baru harus memasukkan warisan generasi lampau, keinginan generasi sekarang, dan harapan generasi mendatang.
Pemungutan suara dilakukan setahun setelah lebih dari satu juta orang memadati pusat kota Santiago di tengah gelombang kerusuhan sosial yang menyebabkan 30 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka.
Besarnya aksi pawai 25 Oktober menunjukkan luasnya ketidakpuasan sosial dan terbukti menjadi titik kritis dalam tuntutan demonstran untuk referendum.
Dalam beberapa minggu, Pinera setuju untuk memulai proses untuk menyusun konstitusi baru, dimulai dengan referendum untuk menentukan nasib teks saat ini.
Lucia Newman dari Al Jazeera, melaporkan dari Plaza Italia, mengatakan kemenangan telak itu telah memberi Chili sesuatu untuk dirayakan setelah setahun protes yang terkadang disertai kekerasan.
“Banyak orang tahu bahwa dibutuhkan setidaknya dua tahun untuk memiliki konstitusi baru, dan itu akan menjadi peta jalan untuk masa depan," kata Lucia Newman.
"Itu tidak akan menyelesaikan semua masalah negara ini, tapi setidaknya itu memberi mereka harapan untuk awal yang baru," tambahnya.
Empat perlima pemilih mengatakan mereka ingin piagam baru dirancang oleh badan warga yang dipilih secara khusus.
Baca Juga: Aborsi Janin Cacat Dianggap Tak Sesuai Konstitusi, Warga Polandia Demo
Perancang draf konsititusi baru - terdiri dari setengah wanita dan setengah pria--atas konvensi campuran antara legislator dan warga negara. Hal itu dilakukan lantaran ketidakpercayaan umum warga di kelas politik Chili.
Anggota konvensi konstitusional dengan 155 kursi akan dipilih pada April 2021 dan memiliki waktu hingga satu tahun untuk menyetujui draf teks, dengan proposal disetujui oleh mayoritas dua pertiga.
Di antara masalah yang kemungkinan besar akan dikedepankan adalah pengakuan populasi Pribumi Mapuche Cile, kekuatan tawar-menawar kolektif, hak atas air dan tanah, serta sistem privatisasi yang menyediakan perawatan kesehatan, pendidikan, dan pensiun.'
Warga Chili kemudian akan memberikan suara lagi apakah mereka menerima teks atau ingin kembali ke konstitusi sebelumnya.
Berita Terkait
-
Uji Materi UU Cipta Kerja, Sekjen MUI ke MK: Buktikan Independensi!
-
Pakar: Penghapusan Pasal di UU Cipta Kerja Menyalahi aturan
-
Masa Pandemi Covid-19, Warga Kian Takut Mengeluarkan Pendapat
-
Diminta Cabut Imbauan Soal Tak Usah Ikut Demo, Rektor UGM: Itu Tak Perlu
-
Survei: Tren Demokrasi di Indonesia Merosot di Masa Pandemi Corona
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
Terkini
-
Bisa Jadi Pintu Masuk Reshuffle, Kursi Kosong Wamenkeu Bikin Panas Dingin Menteri Lain
-
Ketua KPK Paparkan Statistik Korupsi 2025 di DPR: 116 Perkara Disidik dan 11 Kali OTT
-
Ketua KPK Paparkan Capaian Penyelamatan Aset di Hadapan DPR: Rp1,5 Triliun Kembali ke Kas Negara
-
Diplomasi atau Kompromi: Membaca Kursi Panas Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza
-
Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah
-
Tragedi Malam Berdarah di Blitar, Menantu Habisi Mertua Usai Dicaci Maki dan Diancam Pakai Gergaji
-
5 Poin Geger Kesaksian Ahok: Heran Kekuatan Riza Chalid, Sentil Menteri BUMN
-
DIY Diguncang Gempa M4,5, Dua Orang Terluka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Menlu Sugiono Sebut Indonesia Gabung 'Dewan Trump' Tanpa Iuran, Ini Fakta-faktanya
-
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan untuk Amankan Aksi Buruh di Monas