Suara.com - Media sosial India baru-baru ini ramai dengan tagar #IStandWithFrance, di tengah meluasnya kecaman negara-negara mayoritas Islam atas sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Presiden Macron panen kritik dan kecaman usai melontarkan pernyataan akan membuat kaum Islam di negerinya tak bisa tidur nyenyak.
Pernyataan Macron itu sendiri adalah respons atas tragedi pemenggalan seorang guru sejarah, Samuel Paty, oleh pemuda muslim, karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW ke siswanya.
Menyadur Al Jazeera, Rabu (28/10/2020), tagar #IStandWithFrance bersama dengan #WeStandWithFrance nangkring di trending teratas Twitter India pada Senin dan Selasa lalu.
Berbeda dengan sejumlah negara mayoritas muslim yang mengutuk, termasuk Turki, Pakistan, dan Bangladesh, ribuan warganet terlihat mengekspresikan solidaritas mereka terhadap Prancis.
Di India, di mana para kritikus menyebut sentimen anti-Muslim telah meningkat sejak partai sayap kann Bharatiya Janata (BJP) berkuasa pada 2014, dukungan untuk Presiden Prancis terus mengalir.
"Toleransi juga harus sekuler. #IStandWithFrance. Selamat, Presiden Prancis," cuit Parvesh Sahib Singh, seorang anggota dewan BJP di Twitter.
Tagar lain terkait ucapan Macron yang juga ikut populer di Twitter India pada Selasa adalah #WellDoneMacron dan #MacronTHEHERO.
Disebutkan, India pada awal 2020 ini, menerima lima jet tempur Rafale buatan Prancis, gelombang pertama dari kesepakatan kontroversial senilai USD9,4 miliar dengan Prancis yang ditandatangani pada 2016.
Baca Juga: Jasad Wanita Tanpa Kepala Ditemukan di Kuburan, Terpotong Jadi 15 Bagian
Sentimen anti-Muslim di India
Pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi telah dituding menjalankan kebijakan anti-Muslim dengan undang-undang kewarganegaraan kontroversial yang mengecualikan komunitas Muslim.
Pemerintah India memberla UU Amandemen Kewarganegaraan (CAA), menyebut aturan itu bertujuan untuk melindungi kelompok minoritas terdiskriminasi di negara tetangga Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan.
Protes atas undang-undang tersebut pada awal tahun ini, memicu konflik agama di New Delhi yang menewaskan puluhan orang, mayoritas Muslim, dan membuat ribuan warga mengungsi.
Banyak Muslim telah didakwa dengan undang-undang anti teror India, buntut kekerasan di Delhi. Di mana mereka yang dianggap bersalah dijebloskan penjara tanpa diberi jaminan.
Pekan lalu, kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet menunjunjuk tiga hukum India yang dianggap bermasalah, termasuk CAA, menyebabkan penangkapan para aktivis.
Sejak 2014 silam, puluhan Muslim disebutkan dijatuhi hukuman gantung oleh kelompok Hindu, usai dicurigai menyembelih sapi, hewan yang dianggap suci dalam kepercayaan Hindu.
Kelompok HAM dilaporkan telah melancarkan kritik ke India, merespon lambatnya proses hukum dalam kasus kejahatan atas kebencian terhadap Muslim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Objektivitas Penanganan Kasus Febrie Diragukan, Komjak Dinilai Gagal Jalankan Fungsi Pengawasan
-
Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?
-
Aksi Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil Berakhir, Empat Pelaku Dibekuk Polisi
-
Inggris Gugur, Harry Kane Sesali Taktik Parkir Bus saat Dibungkam Argentina
-
HUT ke-70, Danamon Terus Hadir Menemani Berbagai Fase Kehidupan Nasabah Lintas Generasi
-
Lebih Sehat dan Aman di Perut, Ini 4 Macam Ragi Alami untuk Membuat Roti
-
Dari Iseng Main CDID, Cdidel Kini Bangun Komunitas Lewat Live Streaming TikTok
-
Rilis Oktober, Prekuel Friday the 13th Pamerkan Teaser Perdana
-
IHSG Melonjak ke Level 6.100, WIFI Jadi Jagoan
-
Ngeri! Foto Korban Dimanipulasi AI Jadi Konten Pornografi, Pelaku Ditangkap