Suara.com - Dengan Joe Biden yang diproyeksikan sebagai pemenang di Pilpres AS 2020, maka pasangannya, Kamala Harris, akan menandai dalam sejarah politik Amerika. Di mana salah satunya ia bakal menjadi wakil presiden terpilih wanita pertama.
Kamala Harris (56), juga mengukir sejarah sebagai orang kulit hitam pertama dan orang pertama keturunan Asia yang akan menjadi orang nomor dua di AS.
Anak imigran Jamaika dan India, dia telah menjadi pemecah tabu sepanjang karirnya, mulai dari 2010 ketika dia terpilih sebagai wanita kulit hitam pertama dan pertama yang melayani sebagai Jaksa Agung negara bagian California.
Setelah menyelesaikan hampir dua periode, dia dilantik sebagai senator California - wanita kulit hitam kedua dan senator Asia-Amerika pertama dalam sejarah. Harris saat ini satu-satunya wanita kulit hitam di ruangan itu.
Dia memegang kursi di Keamanan Dalam Negeri dan Komite Urusan Pemerintah, Komite Intelijen Seleksi, Komite Kehakiman dan Komite Anggaran.
Tumbuh di Oakland, California, memberi Harris pandangan "stroller-eye" tentang gerakan hak-hak sipil yang membawanya ke bidang hukum. Setelah mendapatkan gelar sarjana dari Howard University dan gelar sarjana hukum dari University of California, dia memulai karirnya di Kantor Jaksa Wilayah Alameda County.
Pada tahun 2003, Harris menjadi Pengacara Distrik San Francisco di mana dia memulai program untuk menyatukan kembali para pelanggar narkoba dengan memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan ijazah sekolah menengah dan mencari pekerjaan. Dia memegang jabatan itu selama dua periode.
Selama proses pemilihan Pilpres 2020, Biden mengalahkan Presiden dari Partai Republik Donald Trump dengan 290 suara Electoral College, menurut proyeksi. (Sumber: Anadolu)
Baca Juga: Joe Biden Panen Ucapan Selamat dari Para Pemimpin Negara Asia
Berita Terkait
-
Joe Biden Panen Ucapan Selamat dari Para Pemimpin Negara Asia
-
Joe Biden Raih 290 Suara, Donald Trump Siap Gugat Hasil Pemilu AS
-
Joe Biden Sampaikan Pidato Kemenangan: Waktunya Persatukan Amerika
-
Tak Terima Joe Biden Menang, Trump Akan Gugat Hasil Pilpres ke Pengadilan
-
Donald Trump Cetak Rekor! Presiden dengan Suara Terbanyak Sepanjang Masa
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat