Suara.com - Seorang pria menjadi korban pencurian di dalam KRL. Laptop milik perusahaan yang ia bawa beserta dokumen penting lainnya raib digondol pencuri.
Kejadian itu dibagikan oleh sebuah akun Twitter @botetzzz yang mengunggah video permintaan tolong korban pencurian kepada khalayak sosial media.
"Buat yang udah ambil tas temen gue, tolong dikembaliin ya, di tas itu ada laptop perusahaan, dompet beserta dokumen-dokumen seperti KTP dll. Dia ini anak rantau, kasihan banget kalau harus ganti belasan juta. Identitasnya atas nama 'Adi Pranoto'" tulisnya sembari mencolek akun resmi @CommuterLine.
Dalam video tersebut, pria berkacamata itu memohon kepada pencuri agar mengembalikan laptop milik perusahaannya.
"Tolong dikembaliin, itu laptop perusahaan. Saya harus ganti itu 16 juta. Ambil lah uang yang ada di dompet itu, itu ada uang dagangan saya buat orang tua di kampung. Tolong dikembaliin (laptopnya) ambil uangnya enggak apa-apa," pinta dia.
Kejadian nahas itu bermula ketika pria tersebut menaiki kereta dari stasiun Manggarai di hari Sabtu (7/11/2020) sekira pukul 17.15 WIB.
Begitu ia masuk ke gerbong, ia menaruh tasnya di rak atas kepala. Ia pun berdiri tak jauh dari tempatnya menaruh tas.
Pria itu baru sadar tasnya hilang ketika sampai di stasiun Pasar Minggu.
"Aku sadar tasku hilang pas di Pasar Minggu. Ada saksi lihat pelaku pakai topi tulisan HERI, turun di Kalibata," ungkap dia lewat pesan teks yang dibagikan @Botetzzz.
Baca Juga: Drama Anak Kos: Nangis Telepon Ibu hingga Tak Bisa Makan Kehabisan Uang
Video itu langsung mendapat perhatian warganet yang berbondong-bondong menuliskan doa agar pencuri tersebut segera tertangkap.
"Semoga segera ketangkap. Mohon memperbanyak CCTV di area-area yang rawan terjadi aksi kriminal, menghindari hal serupa terulang @CommuterLine," tulis @Ynwid.
"Kalau naik bus/kereta/pesawat tas laptop seharusnya jangan ditaruh di bagasi, ingat tidak semua orang di sekitar kita itu baik," tulis @KakekBelia.
"Pelajaran buat siapa aja hati-hati dengan barang bawaan Anda, announcer kereta juga ngingetin juga kan. Ini juga enggak waspada namanya. Semoga cepat ketemu atau dapat gantinya," pesan @ekasikumbang.
Berita Terkait
-
Drama Anak Kos: Nangis Telepon Ibu hingga Tak Bisa Makan Kehabisan Uang
-
Diresmikan 10 November, KRL Jogja-Solo Bakal Beroperasi sejak Subuh
-
KRL Anjlok di Kampung Bandan, KAI Perkirakan Evakuasi Berlangsung 5 Jam
-
Asyik! Mulai Hari Ini KRL Normal Lagi, dari Pukul 04.00 - 24.00 WIB
-
Mulai Besok Jadwal KRL Kembali Normal Jam 04.00 Sampai 24.00 WIB
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah
-
Wacana KTP Hilang Bakal Kena Denda, Dukcapil: Bukan untuk Memberatkan Warga
-
Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita
-
Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama
-
Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati
-
Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan
-
Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi
-
1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?
-
Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi