Suara.com - Seekor possum mungil dengan satu jari ekstra panjang di setiap tangannya dan seekor glider dengan ekor yang dapat mencengkeram cabang ditemukan kembali di hutan terpencil di Papua Barat. Selama ini keduanya dianggap telah punah sekitar 6.000 tahun lalu.
Menemukan spesies yang sempat dianggap punah dalam keadaan hidup adalah hal langka.
Bisa menemukan dua spesies sekaligus merupakan sesuatu yang "menakjubkan," kata para peneliti yang mempublikasikan temuan ini di jurnal Records of the Australian Museum pada Jumat (06/03).
Penemuan semacam ini dikenal dengan istilah lazarus taxon, merujuk pada sosok di Alkitab bernama Lazarus yang dibangkitkan dari kematian.
"Penemuan satu lazarus taxon adalah penemuan luar biasa," ujar Profesor Tim Flannery, ilmuwan terkemuka Australia yang dikenal melalui buku terbitan 2005 bertajuk The Weather Makers tentang perubahan iklim.
"Tetapi penemuan dua spesies yang dianggap telah punah selama ribuan tahun sungguh menakjubkan," sambungnya.
Spesies pertama yang ditemukan kembali adalah pygmy long-fingered possum, marsupial bergaris berbobot sekitar 200 gram, yang diyakini telah lenyap dari Australia sejak Zaman Es.
Ciri khasnya adalah jari keempat di setiap tangan, panjangnya dua kali lipat dibandingkan jari lainnya. Para ilmuwan menjelaskan bahwa jari ini membantunya menggali larva serangga pemakan kayusumber makanan utamanya.
Spesies kedua adalah ring-tailed glider, yang mirip dengan kerabatnya di Australia, greater glider, dan hidup di lubang pohon tinggi.
Baca Juga: Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?
Penemuan ini dilakukan dengan menyusun potongan teka-teki: para ilmuwan meneliti fosil berusia puluhan tahun, foto langka, serta spesimen lama untuk mencari petunjuk. Mereka kemudian melakukan ekspedisi ke lokasi terpencil di Papua.
Flannery bersama Profesor Kris Helgen dan para peneliti dari Universitas Papua, berbicara dengan para tetua lokal dari klan Tambrauw dan Maybrat.
Identifikasi spesies ini tidak akan mungkin dilakukan tanpa bantuan mereka, menurut Rika Korain, seorang perempuan Maybrat yang turut berkontribusi dalam makalah ilmiah mengenai penemuan dua spesies itu.
"Mereka adalah masyarakat yang sangat tradisional," tambah Flannery.
Masyarakat adat setempat, menurutnya, menganggap glider begitu sakral sehingga "bukan hanya tidak akan memburunya, mereka bahkan tidak akan menyebut namanya."
Namun, habitat glider semakin terancam oleh aktivitas penebangan di wilayah tersebut, kata Flannery.
Hal ini mendorong upaya para ilmuwan dan kelompok konservasi satwa liar untuk mengamankan hak kepemilikan adat atas hutan, agar penebangan tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan masyarakat lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok