- Pejabat keamanan Iran mengklaim penangkapan beberapa tentara AS, tuduhan yang disebarkan Sabtu (7/3/2026) melalui platform X.
- Militer AS (CENTCOM) dengan cepat membantah klaim tersebut, menyatakan informasi dari Iran mengenai penawanan tentara adalah kebohongan.
- Ketegangan dipicu serangan koalisi AS-Israel 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan memicu serangan balasan.
Suara.com - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase perang informasi yang sengit. Pejabat keamanan tinggi Iran, Ali Larijani, mengklaim bahwa sejumlah tentara Amerika Serikat telah ditangkap dan kini berada dalam penyanderaan pihak Teheran.
Lewat unggahan di platform X pada Sabtu (7/3/2026), Larijani menuduh Washington sengaja menutupi insiden tersebut dari publik.
"Laporan yang saya terima menyatakan beberapa tentara Amerika telah ditawan. Namun, pihak Amerika justru mengeklaim bahwa mereka gugur dalam tugas (killed in action)," tulis Larijani.
Ia menambahkan bahwa upaya AS untuk menyembunyikan fakta ini tidak akan bertahan lama.
Militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) bergerak cepat menepis tuduhan tersebut. Juru bicara CENTCOM menegaskan kepada Al Jazeera bahwa informasi yang disebarkan oleh rezim Iran adalah palsu dan merupakan bentuk manipulasi informasi.
"Klaim rezim Iran mengenai penangkapan tentara Amerika adalah contoh lain dari kebohongan dan tipu daya mereka," ujar juru bicara CENTCOM dalam pernyataan resminya.
Ketegangan yang terjadi saat ini merupakan buntut dari serangan udara besar-besaran yang dilancarkan koalisi AS-Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan memakan korban jiwa yang sangat besar, yakni lebih dari 1.000 orang, termasuk:
- Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
- Sejumlah pejabat militer senior.
- Lebih dari 150 siswi sekolah.
Kematian Ali Khamenei telah memicu instabilitas regional yang luas dan gelombang serangan balasan dari Teheran terhadap situs-situs yang berafiliasi dengan Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah.
Klaim penawanan tentara ini diyakini oleh banyak pengamat sebagai bagian dari strategi perang urat syaraf (psychological warfare) Iran untuk menekan mentalitas militer AS.
Baca Juga: Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
Berita Terkait
-
Ribuan Berkas Epstein Files Mendadak Hilang, Banyak Singgung Donald Trump
-
TNI Siaga 1 Hadapi Dampak Perang Iran, Simak 7 Perintah Panglima Jenderal Agus Subiyanto
-
Ini dia Rudal Generasi Baru Iran, Spek Gahar Mampu Bermanuver di Luar Atmosfer Bumi
-
Negara Teluk "Hujan" Rudal, Mengapa Presiden Iran Minta Maaf Lalu Serang Lagi?
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Demi Cegah Korupsi dan Dinasti Politik?
-
Peluang Juara Persija Semakin Kecil, Mauricio Souza Beberkan Masalah Tim
-
Saiful Mujani Kembali Dipolisikan Soal Makar, Kuasa Hukum Bilang Begini
-
Cetak Pemimpin Antikorupsi, Gubernur Lemhannas Bawa Peserta P4N Belajar Langsung ke KPK
-
Selat Malaka di Tengah Bayang-bayang Konflik Global, Sinyal Keras dari Singapura
-
Pembahasan Formal RUU Pemilu Belum Dimulai, PAN Usul Jadi Inisiatif Pemerintah
-
Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting
-
Donald Trump Terima Laporan: 8 Demonstran Wanita Anti Rezim Iran Tak Jadi Dieksekusi Mati
-
Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan
-
Viral Mobil Dinas Parkir di Trotoar, Satpol PP DKI Minta Maaf dan Jatuhkan Sanksi ke Anggota