- Departemen Kehakiman AS menahan 47.635 berkas dari dokumen Jeffrey Epstein meskipun sudah merilis jutaan halaman.
- Dokumen yang ditahan DOJ memicu perdebatan karena membahas keterlibatan Presiden Donald Trump yang membantah tuduhan tersebut.
- Penahanan berkas ini juga didasarkan pada perlunya sensor informasi pribadi dan perlindungan identitas korban serta penyelidikan aktif.
Suara.com - Upaya transparansi dalam kasus predator seksual Jeffrey Epstein mulai berbelit-belit. Setelah merilis lebih dari 2,7 juta halaman dokumen di bawah Epstein Files Transparency Act, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) diketahui masih menahan sekitar 47.635 berkas dari konsumsi publik.
Langkah ini memicu perdebatan di Washington, terutama karena dokumen yang ditahan tersebut banyak yang membahas keterlibatan Presiden AS, Donald Trump.
Berdasarkan analisis dari CBS News dan The Wall Street Journal, awalnya terdapat sekitar 3 juta halaman yang diamanatkan secara hukum untuk dirilis. Namun, hingga saat ini, jumlah yang tersedia secara daring menyusut menjadi sekitar 2,7 juta halaman.
Juru bicara DOJ, Natalie Baldassarre beralasan, Epstein Files terkait Donald Trump tersebut 'hilang' karena alasan sedang dalam status offline untuk peninjauan ulang.
Ia juga menambahkan, akan ada penjadwalan ulang untuk dipublikasikan kembali pada akhir pekan ini. Selain itu, tim berusaha menyensor informasi pribadi (PII), melindungi identitas korban, dan menghapus gambar-gambar bermuatan seksual.
Dikutip dari The Independent, nama Trump muncul ribuan kali dalam dokumen tersebut karena hubungan sosialnya dengan Epstein pada era 90-an dan 2000-an.
DOJ mengonfirmasi bahwa mereka sedang meninjau dokumen yang merinci tuduhan dari seorang wanita yang mengaku menjadi korban penyerangan seksual oleh Epstein dan Trump saat ia masih di bawah umur.
Donald Trump sendiri membantah keras segala tuduhan tersebut, menyebut perilisan dokumen penuh ini sebagai "hoax" untuk mengalihkan agenda politiknya, serta melakukan langkah hukum terhadap media yang menyebarkan informasi yang ia anggap fitnah.
Tekanan Politik dan Pengawasan Kongres
Baca Juga: Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi
Penahanan dokumen ini tidak luput dari perhatian lawan politik. Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, menyatakan bahwa anggota Kongres dari Partai Demokrat sedang melakukan upaya pengawasan total.
Pernyataan Schumer: "Kami akan menarik setiap benang merah dan mengejar setiap petunjuk, termasuk berbicara dengan para whistleblower (pelapor pelanggaran)."
Alasan Penahanan Lainnya: Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebelumnya menyatakan bahwa berkas yang ditahan juga mencakup dokumen duplikat, materi yang dapat membahayakan penyelidikan aktif, serta materi pelecehan seksual anak.
Beberapa kalangan lainnya mengaitkan keputusan Trump yang mendadak menyerang Iran saat perundingan dengan negara ini berlangsung sebagai upaya mengalihkan perhatian dari Epstein Files yang menunjukkan dugaan kuat keterlibatannya.
Berita Terkait
-
Ini dia Rudal Generasi Baru Iran, Spek Gahar Mampu Bermanuver di Luar Atmosfer Bumi
-
Radar THAAD di Yordania Hancur, Kerugian AS Tembus Rp 33,8 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Krisis Ekologi yang Terabaikan di Balik Rudal Perang AS-Israel dan Iran
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan
-
13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina
-
Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina
-
Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga
-
Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Klarifikasi Isu Kondisi Ekstrem 'Bediding'
-
Gempa M 8,1 di Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 di Sulut
-
Pengawasan WNA Diperketat agar Indonesia Tak Jadi Basis Kegiatan Ilegal
-
Misteri Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 27 Green Pramuka, Ternyata Penyewa Lewat Broker