News / Internasional
Minggu, 08 Maret 2026 | 10:28 WIB
Donald dan Melania Trump bersama (mantan) Pangeran Andrew, Jeffrey Epstein, dan Ghislaine Maxwell di Klub Mar-a-Lago milik Trump di Florida pada tahun 2000. (Dagens ETC)
Baca 10 detik
  • Departemen Kehakiman AS menahan 47.635 berkas dari dokumen Jeffrey Epstein meskipun sudah merilis jutaan halaman.
  • Dokumen yang ditahan DOJ memicu perdebatan karena membahas keterlibatan Presiden Donald Trump yang membantah tuduhan tersebut.
  • Penahanan berkas ini juga didasarkan pada perlunya sensor informasi pribadi dan perlindungan identitas korban serta penyelidikan aktif.

Suara.com - Upaya transparansi dalam kasus predator seksual Jeffrey Epstein mulai berbelit-belit. Setelah merilis lebih dari 2,7 juta halaman dokumen di bawah Epstein Files Transparency Act, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) diketahui masih menahan sekitar 47.635 berkas dari konsumsi publik.

Langkah ini memicu perdebatan di Washington, terutama karena dokumen yang ditahan tersebut banyak yang membahas keterlibatan Presiden AS, Donald Trump.

Berdasarkan analisis dari CBS News dan The Wall Street Journal, awalnya terdapat sekitar 3 juta halaman yang diamanatkan secara hukum untuk dirilis. Namun, hingga saat ini, jumlah yang tersedia secara daring menyusut menjadi sekitar 2,7 juta halaman.

Juru bicara DOJ, Natalie Baldassarre beralasan, Epstein Files terkait Donald Trump tersebut 'hilang' karena alasan sedang dalam status offline untuk peninjauan ulang.

Ia juga menambahkan, akan ada penjadwalan ulang untuk dipublikasikan kembali pada akhir pekan ini. Selain itu, tim berusaha menyensor informasi pribadi (PII), melindungi identitas korban, dan menghapus gambar-gambar bermuatan seksual.

Dikutip dari The Independent, nama Trump muncul ribuan kali dalam dokumen tersebut karena hubungan sosialnya dengan Epstein pada era 90-an dan 2000-an.

DOJ mengonfirmasi bahwa mereka sedang meninjau dokumen yang merinci tuduhan dari seorang wanita yang mengaku menjadi korban penyerangan seksual oleh Epstein dan Trump saat ia masih di bawah umur.

Donald Trump sendiri membantah keras segala tuduhan tersebut, menyebut perilisan dokumen penuh ini sebagai "hoax" untuk mengalihkan agenda politiknya, serta melakukan langkah hukum terhadap media yang menyebarkan informasi yang ia anggap fitnah.

Tekanan Politik dan Pengawasan Kongres

Baca Juga: Ternyata Ada Milioner Ini yang Bikin Donald Trump Berani Ancam Kuba di Depan Lionel Messi

Penahanan dokumen ini tidak luput dari perhatian lawan politik. Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, menyatakan bahwa anggota Kongres dari Partai Demokrat sedang melakukan upaya pengawasan total.

Pernyataan Schumer: "Kami akan menarik setiap benang merah dan mengejar setiap petunjuk, termasuk berbicara dengan para whistleblower (pelapor pelanggaran)."

Alasan Penahanan Lainnya: Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebelumnya menyatakan bahwa berkas yang ditahan juga mencakup dokumen duplikat, materi yang dapat membahayakan penyelidikan aktif, serta materi pelecehan seksual anak.

Beberapa kalangan lainnya mengaitkan keputusan Trump yang mendadak menyerang Iran saat perundingan dengan negara ini berlangsung sebagai upaya mengalihkan perhatian dari Epstein Files yang menunjukkan dugaan kuat keterlibatannya.

Load More