Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra membuat surat cinta untuk rakyat Sumatera Barat. Surat itu diunggah melalui akun jejaring media Instagram Partai Gerindra @gerindra.
Dalam surat tersebut tertulis "Surat Cinta Prabowo untuk Rakyat Sumatera Barat". Surat tersebut sebagai imbauan dari Prabowo menjelang Pilkada 2020.
Rupanya, surat cinta dari Prabowo ini mendapat tanggapan dari Politikus Demokrat Cipta Panca Laksana.
Melalui akun Twitter @panca66, dia justru merasa kasihan saat membaca komentar dari warganet tentang surat Prabowo itu.
"Kasihan baca komentar-komentar di bawahnya. Hari gini masih main surat-suratan min. Surat wasiat dulu kemana? Hahaha," tulis Panca, dikutip Suara.com, Jumat (4/12/2020).
Surat tersebut diawali dengan pembahasan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.
"Sumatera Barat selalu melahirkan putra-putri terbaik yang memiliki peranan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Mulai dari perjuangan kemerdekaan sampai sekarang, rakyat Sumbar berulang kali membuktikan jiwa patriotismenya dan selalu berada di garis terdepan untuk berkontribusi membangun bangsa dan negara. Kesepahaman dalam visi dan perjuangan mewujudkan Indonesia Raya membuat Pak Prabowo memiliki kedekatan dan ikatan khusus dengan rakyat Sumbar." tulisnya.
Isi surat tersebut, Prabowo menyampaikan pesan kepada rakyat Sumatera Barat untuk memilih Nasrul Abit dan Indra Catri sebagai pemimpin daerah di Sumatera Barat.
"Oleh karena itu, Pak Prabowo turut berjuang untuk memastikan rakyat Sumbar dipimpin oleh sosok terbaik yang mampu membangun Sumbar menjadi provinsi yang unggul dan sejahtera dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dan budaya Minang yang bermartabat.
Baca Juga: Dituding Jebak Edhy Prabowo, Ngabalin: Saya Diadu Domba dengan KPK Ini
Pak Prabowo secara khusus menuliskan surat kepada rakyat Sumbar untuk menyampaikan pesan mengapa Nasrul Abit dan Indra Catri adalah pilihan terbaik dalam perjuangan membangun Sumatera Barat yang unggul untuk semua," lanjutan surat itu.
Di akhir surat tersebut, Prabowo menambahkan sebuah pantun dan berterima kasih kepada rakyat Sumatera Barat.
Berita Terkait
-
Kasus Suap Ekspor Lobster, KPK Periksa Staf Khusus Menteri KKP
-
Dikaitkan dengan Kasus Ekspor Benur, Ponakan Prabowo Sangkal Tudingan ICW
-
Usut Kasus Suap Edhy Prabowo, KPK Periksa PNS Hingga Mahasiswa
-
Kasus "Lobster" Edhy Prabowo, Mahasiswi Esti Marina Ikut Diperiksa KPK
-
Catat! Ini Janji-janji Muhamad-Saraswati di Debat Pilkada Tangsel
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Iran Diminta Fokus Lawan Amerika Serikat Tanpa Ganggu Keamanan Negara-Negara Arab
-
Rusia dan China Bersatu Bantu Iran Lawan Amerika Serikat Pakai Satelit Canggih Hingga Rudal Pembunuh
-
Drone Murah Iran Shahed-136 Berhasil Bikin AS dan Israel Pusing Karena Boros Biaya Amunisi
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield