Suara.com - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif berencana melaporkan insiden teror yang didapatnya dari orang tak dikenal. Mobil miliknya yang diparkir di kediamannya di Cimanggis, Depok dirusak oleh orang.
Aksi teror tersebut terjadi pada Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 02.48 WIB.
Dari rekaman CCTV, diduga pelaku berjumlah empat orang menggunakan penutup kepala dan sarung tangan merusak mobil yang diparkir 50 meter dari rumahnya.
Mobil Avanza berwarna hitam itu dicoret menggunakan cat merah. Spion mobil juga di rusak hingga kaca dipecahkan.
"Kaca pecah ada dua lubang, dicoret merah," kata Slamet seperti dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com, Senin (7/12/2020).
Slamet berencana untuk melaporkan insiden tersebut ke polisi. Saat ini, ia masih menyiapkan berkas-berkas untuk keperluan pelaporan.
"Insyaallah (lapor ke polisi) setelah konsultasi dengan pengacara," ungkapnya.
Meski mendapatkan teror, Slamet mengaku tak akan gentar melanjutkan perjuangannya mengkritik berbagai kebijakan bersama PA 212.
"Insyaallah kami akan tetap lanjutkan perjuangan," ujarnya.
Baca Juga: Sudah Sehat, FPI Belum Pastikan Rizieq Bakal Penuhi Panggilan Polisi Besok
Sementara itu, Juru Bicara FPI, Munarman mengaku insiden teror tak hanya didapatkan oleh Slamet Maarif saja. Pengurus DPP FPI Awit Masyhuri juga mendapatkan teror dari orang tak belum lama ini.
"Ustaz Awit (diteror) pekan lalu. Kaca mobilnya dipecahin," ujar Munarman.
Ia meminta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus teror tersebut. Jika tidak, maka publik akan berasumsi pelaku penyebar teror telah dilindungi negara.
"Jika tidak ditangkap, opini publik menilai otak dan pelaku dilindungi oleh kekuasaan dan negara melakukan teror kepada rakyat sendiri," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK